Kamis , 12 Oktober 2017, 19:44 WIB

Perkosmi Lihat Peluang Bisnis Kosmetik di Laos

Rep: Rahayu Subekti/ Red: Nidia Zuraya
Honesty
Tart Kosmetik
Tart Kosmetik

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Umum Persatuan Perusahaan Kosmetika Indonesia (Perkosmi) Putri K Wardhani melihat adanya peluang bisnis kosmetik di Laos. Hal itu ia sampaikan disela-sela saar ia menghadiri peresmian kerjasama Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia dan Laos.

Meskipun dalam rombongan delegasi Laos tidak banyak dari bidang kosmetik, Putri masih bisa melihat peluang untuk bidang tersebut. "Lebih banyak memang infrastruktur dan energi tapi kemungkinan untuk itu (bidang kosmetik) sih bisa saja," kata Putri di Hotel Grand Hyatt, Kamis (12/10).

Putri mengatakan meski penduduk di Laos tidak banyak seperti Indonesia namun bisnis kosmetik terutama dari Indonesia di negara tersebut masih bisa membuka peluang. Dia mengatakan, Laos belum memproduksi kosmetik dan perawatan kesehatan sendiri dalam skala industri.

"Karena tadi mereka juga mengatakan bahwa perdagangan Laos dengan negara-negara tetangga itu masih sangat kecil dan kedatangan perdana menteri ini memang ingin membuka diri," jelas Putri.

Untuk itu, ia yakin kesempatan untuk produk kosmetik Indonesia masuk ke Laos masih memiliki peluang. Kedepannya, kata dia, pertumbuhan ekonomi Laos yang beberapa tahun terakhir mencapai tujuh persen sehingga menurut Putri kemampuan masyarakatnya mengkonsumsi produk-produk yang berkualitas kelihatannya cukup baik.

Kadin masih membidik potensi apa yang potensial untuk menjalin kerja sama dalam bentuk investasi di Laos. Kadin bekerja sama dngan Laos juga untuk mendukung UKM di kedua negara tersebut.