Kamis , 12 October 2017, 14:48 WIB

Duh, Ikon Solo THR Sriwedari Tutup

Rep: Andrian Saputra/ Red: Andi Nur Aminah
Antara
Taman Sriwedari Solo
Taman Sriwedari Solo

REPUBLIKA.CO.ID, SOLO -- Manajemen Taman Hiburan Rakyat (THR) Sriwedari memutuskan untuk menutup tempat hiburan tersebut. Direktur Utama THR Sriwedari, Sinyo Sujarkasi mengatakan penutupan dilakukan lantaran manajemen THR membatalkan rencana pindah tempat dari Sriwedari ke Taman Satwa Taru Jurug (TSTJ) yang sebelumnya ditawarkan Pemerintah Kota Solo.

"THR akan tutup mulai 4 Desember nanti, akhir Desember kita tinggalkan tempat ini, harus sudah kosong," tutur Sinyo dalam konferensi pers di THR Sriwedari pada Kamis (12/10) siang.

Sinyo menjelaskan manajemen THR menolak pindah tempat ke TSTJ lantaran tak sepakat dengan sejumlah ketentuan yang ditetapkan Pemerintah Kota Solo. Manajemen THR merasa keberatan dengan ketentuan kontrak selama empat tahun di TSTJ.

Selain itu, Sinyo mengatakan, pihaknya juga keberatan dengan tingginya pajak di lokasi baru. Tak hanya itu, kata dia, nilai sewa lahan di TSTJ menjadi jauh lebih tinggi dibanding nilai sewa lahan di Sriwedari. Hingga saat ini, dia mengatakan, manajemen THR belum menentukan lokasi lainnya.

"Rencana kepindahan kami ke Jurug, terpaksa dibatalkan. Mau pindah kemana nanti kami tak tahu. Kalau kecewa, tentu kecewa. Kami sudah 32 tahun dan sudah menjadi ikon Solo," katanya.

Diketahui sebelumnya, Pemkot Solo berencana membangun Masjid Raya dan ruang terbuka hijau di lahan tersebut. Pemkot Solo telah menawarkan pada manajemen THR agar bisa pindah lokasi ke Taman Satwa Taru Jurug.