Kamis , 12 October 2017, 15:46 WIB

Manajemen THR Sriwedari Sampaikan Salam Perpisahan

Rep: Adrian Saputra/ Red: Andi Nur Aminah
Republika/Andrian Saputra
Direktur Utama Taman Hiburan Rakyat (THR) Sriwedari Sinyo Sujarkasi duduk di arena komedi putar, Kamis (12/10).
Direktur Utama Taman Hiburan Rakyat (THR) Sriwedari Sinyo Sujarkasi duduk di arena komedi putar, Kamis (12/10).

REPUBLIKA.CO.ID, SOLO --- Taman Hiburan Rakyat (THR) Sriwedari bakal tutup 4 Desember mendatang. Direktur Utama THR Sriwedari, Sinyo Sujarkasi menyampaikan salam perpisahan bagi masyarakat Solo dan seluruh komunitas musik yang sering menggelar acara di tempat tersebut.

"Saya berterimakasih untuk semuanya, masyarakat terutama pada komunitas-komunitas, setelah 32 tahun akhirnya kami tak bisa apa-apa. THR akan tutup mulai 4 Desember nanti, akhir Desember kita tinggalkan tempat ini, harus sudah kosong," kata Sinyo dalam konferensi pers di THR Sriwedari, Kamis (12/10) siang.

THR Sriwedari menjadi tempat hiburan favorit bagi warga Solo. Selain memiliki beragam arena permainan untuk anak-anak hingga dewasa. Harga tiket masuk THR Sriwedari terjangkau bagi masyarkat menengah ke bawah. Pada akhir pekan, sejumlah komunitas musik berbagai genre kerap menggelar acara di tempat tersebut.

Namun, manajemen THR memutuskan untuk tutup setelah menolak tawaran Pemerintah Kota Solo untuk pindah lokasi ke Taman Satwa Taru Jurug (TSTJ). Manajemen TSTJ tak sepakat dengan ketentuan Pemkot Solo terkait durasi kontrak sewa lahan di TSTJ selama empat tahun.

Selain itu, kata Sinyo, manajemen THR juga keberatan dengan tingginya pajak yang ditetapkan. Untuk tiket masuk THR seharga Rp 15 ribu, kata dia, dikenakan pajak sebesar 25 persen. Sedangkan untuk tiket permainan Rp 8.000 ribu dikenakan pajak sebesar 35 persen.

"Kami juga sudah kumpulkan seluruh karyawan dan kami siapkan pesangon sesuai peraturan, mereka dapat mengerti," tuturnya.

Diketahui, sebelumnya Pemkot Solo berencana membangun Masjid Raya dan ruang terbuka hijau di atas lahan tersebut. Pemkot Solo telah menawarkan pada manajemen THR agar bisa pindah lokasi ke Taman Satwa Taru Jurug.