Rabu , 11 October 2017, 11:20 WIB

BPJS Luncurkan Desa Sadar Jaminan Sosial di Kalsel

Rep: Rahma Sulistya/ Red: Gita Amanda
Rahma Sulistya/REPUBLIKA
Direktur Perluasan Kepesertaan dan HAL BPJS Ketenagakerjaan, E Ilyas Lubis dalam sambutannya dalam launching Gerakan Desa Sadar Jaminan Sosial Ketenagakerjaan di Balai Kantor Kecamatan Pelaihari, Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan, Rabu (11/10).
Direktur Perluasan Kepesertaan dan HAL BPJS Ketenagakerjaan, E Ilyas Lubis dalam sambutannya dalam launching Gerakan Desa Sadar Jaminan Sosial Ketenagakerjaan di Balai Kantor Kecamatan Pelaihari, Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan, Rabu (11/10).

REPUBLIKA.CO.ID, TANAH LAUT -- Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan bersama dengan pemerintah Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan, meresmikan Desa Sadar Jaminan Sosial Ketenagakerjaan di Kintap. Desa Pandan Sari, resmi diluncurkan sebagai Desa Sadar Jaminan Sosial Ketenagakerjaan yang merepresentasikan desa tanggap program pemerintah.

Program Desa Sadar Jaminan Sosial merupakan inovasi dari BPJS Ketenagakerjaan, untuk bekerja sama dengan aparat desa dalam memberikan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat pekerja di desa, agar lebih memahami manfaat dari program BPJS Ketenagakerjaan.

Direktur Perluasan Kepesertaan dan Hubungan Antar Lembaga (HAL) BPJS Ketenagakerjaan, E Ilyas Lubis menjelaskan Desa Pandan Sari terpilih karena telah memenuhi beberapa persyaratan yang telah ditetapkan oleh BPJS Ketenagakerjaan. "Salah satu di antaranya adalah telah terdaftarnya Kepala Desa dan perangkatnya pada program BPJS Ketenagakerjaan," ujar dia dalam sambutannya di Balai Kecamatan Pelaihari, Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan, Rabu (11/10).

Rangkaian kegiatan launching Desa Sadar Jaminan Sosial Ketenagakerjaan ini sebelumnya telah dilaksanakan di beberapa daerah, antara lain Provinsi Aceh, Kabupaten Karanganyar, dan terakhir di Raja Ampat, Sorong, besok juga akan diresmikan untuk kegiatan yang sama di Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat. Desa Sadar Jaminan Sosial diawasi langsung oleh Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), dan yang terbaik akan mendapat award langsung dari Presiden Joko Widodo.

Tujuan dibentuknya Desa Sadar Jaminan Sosial Ketenagakerjaan ini agar masyarakat desa mengenal lebih dekat program-program BPJS Ketenagakerjaan sehingga menimbulkan kesadaran akan pentingnya perlindungan jaminan sosial. "Juga agar muncul kesadaran para perangkat desa untuk menyejahterakan masyarakatnya yang juga para pelaku ekonomi, antara lain dalam bidang yayasan atau BUMDes, tenaga ahli atau pendamping desa," papar Ilyas.

Hal ini sejalan dengan Nawa Cita Presiden Jokowi poin tiga, yakni membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah dan desa, dalam kerangkan negara dan kesatuan, serta poin lima meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan program Indonesia Kerja dan Indonesia Sejahtera dalam mendorong land reform serta Jaminan Sosial untuk seluruh rakyat di 2019.

"Program ini juga sebagai upaya pemerataan kesejahteraan, melalui perlindungan jaminan sosial kepada aparatur desa dan masyarakat desa keseluruhan dengan berbagai profesi," ujar Ilyas lagi.

Ilyas mengatakan Desa Sadar ini sebuah tindak nyata dari BPJS Ketenagakerjaan di mana dalam hal ini juga dilakukan pembinaan dan memberikan pemahaman kepada masyarakat desa akan pentingnya sebuah jaminan sosial, dalam menghadapi risiko-risiko sosial yang dapat menimpa kita di manapun dan kapanpun.

Peluncuran Desa Sadar Jaminan Sosial dibuka dengan Tari Kuda Kepang, sebagai sambutan kepada pejabat pemerintah pusat, dan sebuah cinderamata yang diberikan langsung oleh para penari kepada E Ilyas Lubis.

Dalam launching Gerakan Desa Sadar Jaminan Sosial BPJS Ketenagakerjaan, juga ditandai dengan penandatanganan MoU Kepala Desa Pandan Sari Syahmani dan Kepala Cabang BPJS Banjarmasin Ramadan Sayo. Serta penyerahan simbolis jaminan kepada Ruswida sebesar Rp 121.519.000. Ia adalah ahli waris Almarhum Hasrullah, mantan karyawan PT Darma Henwa yang meninggal saat kerja.