Kamis , 12 October 2017, 18:45 WIB

Beri Jamsos 3.000 Guru Honorer, Saletto Jadi Desa Sadar BPJS

Rep: Rahma Sulistya/ Red: Dwi Murdaningsih
republika/rahma sulistya
Launching Desa Sadar Jaminan Sosial BPJS Ketenagakerjaan, yakni Desa Salotte bersama Direktur Perluasan Kepesertaan dan HAL E Ilyas Lubis dan Bupati Mamuju Habyi Wahid, Kamis (12/10) siang.
Launching Desa Sadar Jaminan Sosial BPJS Ketenagakerjaan, yakni Desa Salotte bersama Direktur Perluasan Kepesertaan dan HAL E Ilyas Lubis dan Bupati Mamuju Habyi Wahid, Kamis (12/10) siang.

REPUBLIKA.CO.ID, MAMUJU -- Kesadaran pemerintah daerah Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, dalam memberikan jaminan sosial bagi 3.000 guru honorer, menjadikannya layak menyandang Desa Sadar Jaminan Sosial BPJS Ketenagakerjaan. Tidak hanya guru, pegawai kontrak lainnya juga terdaftar dalam kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan.

Bupati Mamuju Habsyi Wahid memaparkan sudah ada sekitar 70 persen angkatan kerja yang ada di wilayahnya. "Guru-guru honorer kami berikan BPJS Ketenagakerjaan ini sekitar 3.000 orang, ujar dia, Kamis (12/10) siang saat ditemui usai launching gerakan tersebut, yang berlokasi di Ruang Pola Kantor Bupati Mamuju, .

Kabupaten Mamuju sejak awal memang sudah mengapresiasi kebijakan BPJS Ketenagakerjaan ini. Selain itu, kebijakan juga diberlakukan bagi seluruh pegawai kontrak misal Satpol PP, Pemadam Kebakaran, dan lainnya. Pemerintah daerah juga telah membuat satu surat edaran kepada perusahaan, untuk mengikutsertakan pegawainya dalam BPJS Ketenagakerjaan.

"Dengan ditunjuknya Desa Saletto atau mungkin sebagai pilot dari desa lain, kita berharap desa lain di Mamuju bisa terlibat dalam BPJS Ketenagakerjaan. Karen setiap bulannya murah hanya sekitar Rp 10 ribu. Sehingga tidak jadi beban warga dalam memproteksi dirinya, serta menguntungkan," kata dia lagi.

Pemerintah Kabupaten Mamuju akan memulai pada hari ini, untuk mengerjakan rencana-rencana mereka memberikan perlindungan kepada seluruh tenaga kerja yang ada di Desa Salotte. Selain itu, motivasi masyarakat juga menjadi hal penting agar mereka terlibat di dalam kepesertaan jaminan sosial tenaga kerja.

"Upaya kita adalah kita igin membangun suatu kerjasama antara BPJS ketenagakerjaan melibatkan tenaga-tenaga kontrak kita, dari seluruh jajaran, agar betul-betul mereka merasa nyaman bekerja dan terlindungi," kata dia.

Dia menjelaskan, semua masyarakat angkatan kerja yang jumlah mencapai 70 persen itu, bisa ikut terlibat dalam kepesertaan. Dan yang paling berperan untuk mengajak masyarakat mendaftarkan BPJS Ketenagakerjaan, adalah dengan mengedukasi ke desa-desa dalam satu kegiatan bersama, agar masyarakat lebih memahami apa sesungguhnya tujuan BPJS Ketenagakerjaan.