Kamis , 12 Oktober 2017, 20:11 WIB

Hanya Kenangan yang akan Tersisa di Sriwedari

Rep: Andrian Saputra/ Red: Endro Yuwanto
Republika/Andrian Saputra
Komedi putar  di Taman Hiburan Rakyat (THR) Sriwedari tak beroperasi, Kamis (12/10).
Komedi putar di Taman Hiburan Rakyat (THR) Sriwedari tak beroperasi, Kamis (12/10).

REPUBLIKA.CO.ID, SOLO -- Taman Hiburan Rakyat (THR) Sriwedari bakal tutup mulai 4 Desember 2017 mendatang. Tempat hiburan tersebut menyimpan segudang kisah khususnya bagi warga Solo.

Berdiri pada 31 Maret 1985 silam, THR Sriwedari menjadi satu-satunya tempat hiburan bagi warga Solo Raya. Terlebih pada akhir pekan, warga berbondong-bondong menghabiskan liburan di tempat itu. Lokasi yang strategis, beragam wahana permainan, hiburan, dan harga tiket yang murah menjadikan THR banyak dikunjungi warga.

Seiring waktu, THR Sriwedari pun melejit. Cabangnya ada di Surabaya dan Yogyakarta. Komunitas-komunitas musik menggelar acara di tempat tersebut lantaran banyaknya pengunjung yang datang. Grup band seperti Koes Plus hingga Power Metal pernah merasakan atmosfer THR Sriwedari saat tampil bersama puluhan komunitas musik lainnya.

Bahkan, THR juga menjadi panggung perdana bagi beberapa penyanyi, seperti Inul Daratista dan Via Vallen sebelum tenar di jagat hiburan Tanah Air.

"THR juga menyimpan kenangan bagi pejabat-pejabat yang sering datang untuk menikmati lagu-lagu Koes Plus, ngopi-ngopi," ujar Direktur Utama THR Sriwedari Sinyo Sujarkasi, Kamis (12/10).

THR Sriwedari, kata Sinyo, juga menjadi tempat favorit Presiden Joko Widodo saat masih menjabat sebagai Wali Kota Solo. Jika ada waktu senggang, lanjut dia, Jokowi selalu berkunjung ke THR pada malam hari untuk mendengarkan lagu-lagu rock dan Koes Plus. "Pak Jokowi sering ke sini, maka dari itu kami berterima kasih pada semuanya. Sangat banyak kenangan di sini," ucapnya.

THR Sriwedari tutup setelah manajemen THR menolak tawaran Pemerintah Kota (Pemkot) Solo untuk pindah lokasi ke Taman Satwa Taru Jurug (TSTJ).