Kamis , 12 October 2017, 23:11 WIB

Begini Cara BPJS Memberantas Kemiskinan

Rep: Rahma Sulistya/ Red: Karta Raharja Ucu
republika/rahma sulistya
Launching Desa Sadar Jaminan Sosial BPJS Ketenagakerjaan, yakni Desa Salotte bersama Direktur Perluasan Kepesertaan dan HAL E Ilyas Lubis dan Bupati Mamuju Habyi Wahid, Kamis (12/10) siang.
Launching Desa Sadar Jaminan Sosial BPJS Ketenagakerjaan, yakni Desa Salotte bersama Direktur Perluasan Kepesertaan dan HAL E Ilyas Lubis dan Bupati Mamuju Habyi Wahid, Kamis (12/10) siang.

REPUBLIKA.CO.ID, MAMUJU -- BPJS Ketenagakerjaan meluncurkan Desa Sadar Jaminan Sosial di Desa Saletto, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat. Peluncuran itu menjadi strategi BPJS Ketenagakerjaan dalam memberantas kemiskinan pun juga terus digalakkan.

Direktur Perluasan Kepesertaan dan HAL BPJS Ketenagakerjaan, E Ilyas Lubis mengungkapkan akan terus lakukan sosialisasi pada masyarakat, agar masyarakat bisa mendapatkan keuntungan dari kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan. "Kita kerja sama secara seimbang, sosialisasi kita kerjakan, tapi otoritas dengan pihak setempat juga digalang. Sehingga kristalisasi dua strategi ini akan menghasilkan kepesertaan yang besar," ujar Ilyas saat ditemui usai acara peluncuran, Kamis (12/10) siang.

Menurut dia, sosialisasi akan terus dijalankan, bekerja sama dengan pemerintah daerah. Karena, pemerintah daerah lah yang harus bisa membuat aturan tersendiri, dan Ilyas ingin daerah lain mencontoh Kabupaten Mamuju. Desa Salotte, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, baru saja didaulat sebagai Desa Sadar Jaminan Sosial tentunya dengan berbagai pertimbangan. Salah satunya, kabupaten yang berada di pesisir laut ini memiliki kebijakan tersendiri bagi perusahaan yang berdiri di tanah itu.

"Setiap perusahaan, untuk pegawai tetap maupun pegawai kontrak, harus didaftarkan BPJS Ketenagakerjaan, wajib. Jika tidak dilakukan, maka perusahaan tersebut dilarang beroperasi di Kabupaten Mamuju. Ini merupakan salah satu upaya," ujar Ilyas lagi.

Karena, lebih lanjut ia mengatakan, memang kadang-kadang program yang baik ini, selain disosialisasikan secara masif, tetap ada badan perusahaan yang harus dipaksa dulu, baru kemudian nantinya bisa sadar. "Ini bukan untuk kesuksesan BPJS Ketenagakerjaan, tapi untuk kesejahteraan para pekerja yang mendiami suatu daerah, sehingga kemiskinan dapat dicegah," kata Ilyas.

Direktur Perluasan Kepesertaan dan HAL BPJS Ketenagakerjaan, E Ilyas Lubis. (Foto: Republika/ Rahma Sulistya)


Desa Saletto diresmikan sebagai Desa Sadar Jaminan Sosial Ketenagakerjaan di Ruang Pola Kantor Bupati Mamuju, peresmian ditandai dengan pemukulan gong oleh Bupati Mamuju, Habsyi Wahid. Program Desa Sadar Jaminan Sosial sendiri merupakan inovasi dari BPJS Ketenagakerjaan untuk bekerjasama dengan aparat desa, dalam memberikan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat pekerja di desa agar lebih sadar pentingnya jaminan sosial dan memahami manfaat dari program BPJS Ketenagakerjaan.

"Sejalan dengan Nawa Cita Presiden Joko Widodo, yakni membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah dan desa dalam kerangka Negara dan Kesatuan, meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan program Indonesia Kerja dan Indonesia Sejahtera dalam mendorong land reform serta Jaminan Sosial untuk seluruh rakyat di tahun 2019," ucap Ilyas.

Desa sadar ini sebuah tindak nyata dari BPJS Ketenagakerjaan di mana dalam hal ini juga dilakukan pembinaan dan memberikan pemahaman kepada masyarakat desa, tentang pentingnya sebuah jaminan sosial dalam menghadapi risiko-risiko sosial yang dapat menimpa pegawai di mana pun dan kapan pun.

Berita Terkait