Ahad , 17 September 2017, 21:21 WIB

Kwarnas Gerakan Pramuka Gelar Lomba Hari Pangan Dunia

Red: Hazliansyah
Gerakan Pramuka
Kwartir Nasional (Kwarnas) Gerakan Pramuka jalin kerja sama strategis dengan Lembaga Pangan Dunia, Food Agriculture Organization (FAO)
Kwartir Nasional (Kwarnas) Gerakan Pramuka jalin kerja sama strategis dengan Lembaga Pangan Dunia, Food Agriculture Organization (FAO)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kwartir Nasional (Kwarnas) Gerakan Pramuka jalin kerja sama strategis dengan Lembaga Pangan Dunia, Food Agriculture Organization (FAO). Kedua belah pihak berencana akan mengadakan Lomba Poster dan Video tentang Hari Pangan Dunia 2017.

“Bentuk kerja samanya, sebagai pembukaan, kami ingin mengajak semua anggota Pramuka Indonesia untuk ikut serta dalam lomba poster dan juga lomba video,” ujar Communication Specialist FAO, Siska Widyawati saat bertemu Wakil Ketua Kwarnas Bidang Organisasi dan Hukum, Kodrat Pramudho, beberapa waktu lalu.

Ia menjelaskan lomba terbagi dalam dua tingkat. Yaitu tingkat nasional dan internasional. Dalam lomba tingkat internasional, kata Siska, peserta akan bersaing dengan negara-negara lainnya di dunia.

“Ini nanti pemenangnya ada dua tipe, yaitu tingkat nasional dan juga tingkat internasional. Kalau nasional, dia nanti akan dipilih oleh dewan juri, baik dari Pramuka, orang-orang teknis dan juga FAO. (Untuk tingkat internasional) Nanti (karyanya peserta lomba) akan kami kirimkan ke rekan kami di Roma,” jelasnya dalam keterangan tertulis.

Ia menilai, kerjasama dengan Gerakan Pramuka yang anggotanya mayoritas generasi muda, sangatlah strategis. Terlebih generasi muda menjadi salah satu tonggak utama dalam menyebarkan isu yang menjadi tema FAO tahun ini, yakni “Mengubah Masa Depan Migrasi dan Investasi di Bidang Ketahanan Pangan dan Pembagunan Pedesaan.”

Menurut Siska, kebanyakan orang bermigrasi di dalam negeri. Migrasi, lanjut dia, dinilai sebagai pilihan karena desa tidak menguntungkan bagi mereka. Terlebih, menurut data FAO, 75 persen sumber kemiskinan ada di pedesaan. Karena desa dianggap tidak bisa memenuhi kebutuhan, mereka bermigrasi, entah menjadi TKI di luar negeri maupun mengadu nasib di kota.

“Karena Pramuka itu diisi pemuda-pemudi Indonesia yang andalan, kami berharap Pramuka mendukung tema tahun ini, menyebarluaskan bahwa migrasi itu adalah pilihan bukan keharusan, dan pertanian menguntungkan, sehingga generasi muda tertarik,” harapnya.

Sementara itu, Kwarnas Gerakan Pramuka menyambut baik kerja sama ini. Hal ini disampaikan Kodrat Pramudho dalam pertemuan dengan pihak FAO Indonesia di Gedung Tri Satya, Bumi Perkemahan Pramuka Cibubur, Jakarta Timur pada Senin (9/11) siang.

“Kita menyambut baik. Malah, kita usulkan ke depannya ada kerja sama antara Kwarnas dan FAO, bisa diteken dengan Kepala Perwakilan FAO dengan Ka Kwarnas,” terang Kodrat di sela-sela pertemuan.

“Ini dalam tahap awal, kita akan dilibatkan dalam bentuk lomba poster, lomba video, untuk kegiatan hari pangan. Itu saya pikir suatu kegiatan yang bagus,” terangnya.

Kwarnas Gerakan Pramuka di era kepemimpinan Adhyaksa Dault setiap tahun rutin mengadakan lomba membuat konten di media sosial. Lomba-lomba ini untuk membangkitkan semangat Pramuka seluruh Indonesia agar lebih aktif mempromosikan potensi daerahnya, kegiatan Pramuka, sosok yang menginspirasi, dan lain-lain di media sosial.

“Kami di bidang Kominfo Kwarnas Gerakan Pramuka rutin mengadakan lomba-lomba berbasis internet, minimal dua kali setahun,” kata Wakil Ketua Kwarnas Gerakan Pramuka, Lusia Adinda Lebu Raya di lain kesempatan.

Sebagai informasi, FAO berada di bawah naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Organisasi yang bermarkas di Roma, Italia, ini bertujuan untuk menaikkan tingkat nutrisi dan taraf hidup; meningkatkan produksi, proses, pemasaran dan penyaluran produk pangan dan pertanian; mempromosikan pembangunan di pedesaan; dan melenyapkan kelaparan.

Berita Terkait