Jumat , 13 Oktober 2017, 14:41 WIB

Fahri Hamzah: Nggak Usah Ngomong

Rep: Kabul Astuti/ Red: Agus Yulianto
ROL/Abdul Kodir
Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Fahri Hamzah (kiri).
Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Fahri Hamzah (kiri).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Survei Indikator Politik Indonesia menyebut nama Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok sebagai kandidat yang paling cocok mendampingi Jokowi di Pilpres 2019. Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah menyarankan, agar tidak membawa-bawa nama Ahok lagi karena terpidana kasus penistaan agama ini telah menjadi beban dalam perpolitikan Tanah Air.

"Kalau saya menyarankan, kita nggak usah ngomong Ahok lagi. Berhenti saja. Yang ada saja masih banyak masalah. Jadi, Indonesia harus bisa bicara tentang konsep kepemimpinan yang meringankan beban kita. Yang sudah menjadi beban, ya sudahlah," kata Fahri Hamzah di Gedung DPR RI, Jumat (13/10).

Fahri mengatakan, politik Indonesia harus maju ke depan tanpa beban, dengan sayap yang ringan sehingga mudah dikepakkan. Wakil Ketua DPR ini mengakui, ada sebagian pihak yang melakukan manuver untuk menarik-narik Ahok kembali ke kancah politik. Ia menengarai, masih ada pihak-pihak yang kecewa dengan putusan pengadilan atau hasil pilkada DKI 2017.

Karena itu, Fahri meminta, agar publik mulai menatap ke depan. Indonesia tidak bisa dipimpin oleh sosok yang dibebani masalah, sehingga langkah kakinya terus-menerus ditarik ke belakang. "Ahok tidak perlu lagi dibawa-bawa masuk ke dunia politik," ucapnya.

Ke depan, Fahri membayangkan, format baru kepemimpinan Indonesia akan datang dari mereka yang memiliki imajinasi tentang masa depan. Mereka yang punya kemauan untuk membebaskan Indonesia dari sisa hutang masa lalu sehingga Indonesia dapat melangkah maju. Fahri yakin, masih banyak sosok di luar Ahok yang lebih layak memimpin Indonesia.

"Tak usah diomong-omongi lagi. Dia menjalani sebagai narapidana, ya mohon maaf ya, nggak enak disebut. Indonesia itu banyak jagoan-jagoan. Banyak orang yang tidak bicara, yang bekerja diam-diam, orang yang jago di dalam dan luar negeri, jadi percayalah sumber kepemimpinan itu banyak," kata Fahri Hamzah.

Lembaga survei Indikator Politik Indonesia merilis nama Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dianggap paling pantas menjadi wakil presiden Joko Widodo di 2017. Ahok mempunyai elektabilitas 16 persen, disusul Gatot Nurmantyo dengan 10 persen, Ridwan Kamil 8 persen dan Sri Mulyani 7 persen.

Berita Terkait