Rabu , 18 October 2017, 22:27 WIB

BPJS Kesehatan Ajak Anak Muda Pahami Penyakit Katastropik

Rep: Arie Lukihardianti/ Red: Elba Damhuri
Republika/Edi Yusuf
Brand Ambasador BBPJS Kesehatan Ade Rai bersama mahasiswa ITB saat edukasi pola hidup sehat pada acara BPJS Kesehatan Goes to Campus, di Aula Barat ITB, Kota Bandung, Rabu (18/10).
Brand Ambasador BBPJS Kesehatan Ade Rai bersama mahasiswa ITB saat edukasi pola hidup sehat pada acara BPJS Kesehatan Goes to Campus, di Aula Barat ITB, Kota Bandung, Rabu (18/10).

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG--Untuk meningkatkan kesadaran generasi muda akan pentingnya menjadi peserta Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS), BPJS Kesehatan menggelar kegiatan BPJS Kesehatan. Acara BPJS "Goes to Campus" ini dilaksanakan secara bertahap di sembilan perguruan tinggi yang tersebar di seluruh Indonesia, salah satunya Institut Teknologi Bandung (ITB), Rabu (18/10).

Menurut Direktur Teknologi dan Informas, Wahyuddin Bagenda, kegiatan tersebut menyasar mahasiswa mengingat periode usia remaja merupakan masa yang paling rentan. Juga, memiliki risiko yang cukup besar terpengaruh lingkungan.

Faktanya, menurut Wahyuddin, penyakit katastropik seperti stroke, gagal ginjal, penyakit jantung, hipertensi, dan sebagainya, tidak hanya terjadi pada orang dewasa, melainkan juga pada anak-anak dan remaja. Hal ini terjadi akibat kurang olahraga dan pola makan tidak sehat yang menyebabkan obesitas.

"Kami promosi pola hidup sehat kepada generasi muda agar terhindar dari risiko penyakit katastropik," katanya.

Wahyuddin mengatakan, total biaya penyakit katastropik pada rentang waktu 2014-2016 mencapai Rp 36,3 triliun atau 28 persen dari total biaya pelayanan kesehatan rujukan. Peringkat biaya teratas diduduki oleh hipertensi dengan jumlah biaya Rp 12,1 triliun, disusul dengan diabetes mellitus sebesar Rp 9,2 triliun, penyakit jantung koroner sebesar Rp 7,9 triliun, dan gagal ginjal kronis sebesar Rp 6,8 triliun.

Penyakit katastropik, kata dia, cenderung terjadi karena faktor kebiasaan perilaku hidup tidak sehat. Seperti merokok, makanan tidak sehat, kurang olahraga, dan sebagainya. Apabila dibiarkan, kondisi tersebut dikhawatirkan dapat membawa dampak kurang baik bagi kualitas kesehatan penduduk Indonesia maupun keberlangsungan program JKN-KIS.

Selain edukasi tentang pola hidup sehat sejak dini, kata dia, kegiatan BPJS Kesehatan Goes to Campus tersebut juga diharapkan dapat membentuk serta meningkatkan rasa kepedulian, kerelaan membantu sesama, dan gotong royong dalam diri para pelajar. Terutama, dalam hal pelaksanaan program jaminan kesehatan di Indonesia.