Ahad , 22 October 2017, 18:31 WIB

Penolakan Terhadap Panglima Bisa Berimbas pada Relasi RI-AS

Rep: Dian Fath Risalah/ Red: Ani Nursalikah
Republika/Rakhmawaty La'lang
Guru Besar Hukum Internasional UI Prof Hikmahanto Juwana.
Guru Besar Hukum Internasional UI Prof Hikmahanto Juwana.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Guru Besar Hukum Internasional Universitas Indonesia Hikmahanto Juwana mengatakan terkait penolakan terhadap Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo untuk memasuki wilayah Amerika Serikat patut dipertanyakan. Sedianya Gatot datang ke AS untuk memenuhi undangan Panglima AS.

"Permasalahan ini bila tidak ditanggapi secara tepat oleh pemerintah AS akan berakibat pada hubungan Indonesia-AS," kata Hikmahanto, Ahad (22/10).

Dia tak habis pikir bagaimana mungkin seorang pejabat resmi yang mendapat undangan resmi dari mitranya ditolak datang meski visa telah didapat. Terlebih lagi pemberitahuan tidak diberikan melalui saluran resmi, melainkan melalui pemberitahuan maskapai yang akan dinaiki oleh Panglima TNI.

"Pemerintah Indonesia bila tidak mendapat klarifikasi atau klarifikasi tidak memadai, melakukan protes yang sangat keras. Bila perlu memanggil pulang Dubes Indonesia untuk berkonsultasi," ujarnya.

Nantinya, bila tidak juga diindahkan bukannya tidak mungkin pemerintah melakukan pengusiran atau persona non grata terhadap diplomat AS di Indonesia. "Oleh karena itu publik harus sabar dan tidak reaktif serta memberi kesempatan bagi pemerintah melakukan langkah-langkah menjaga kehormatan negara di mata negara lain," ujar Hikmahanto.

Ia pun mengapresiasi tindakan Menlu Retno Marsudi meminta Dubes RI untuk AS mendapatkan klarifikasi atas penolakan tersebut. Menlu juga telah meminta Wakil Dubes AS di Indonesia yang menggantikan Dubes untuk sementara memberikan klarifikasi pada Senin (23/10).

Gatot Nurmantyo ditolak masuk AS beberapa saat sebelum terbang di Bandara Internasional Soekarno-Hatta Cengkareng. Pemberitahuan penolakan itu disampaikan maskapai Emirates atas permintaan otoritas keamanan dalam negeri AS.

Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo terbang ke AS guna memenuhi undangan Panglima Angkatan Bersenjata Amerika Serikat Jenderal Joseph F Durford Jr yang juga merupakan sahabatnya. Panglima juga disebut-sebut telah melaporkan hal ini ke Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menko Polhukam Wiranto dan Joseph Duford Jr.