Jumat , 27 October 2017, 18:37 WIB

Wiranto Minta Penolakan Panglima TNI Dianggap Selesai

Rep: Santi Sopia/ Red: Karta Raharja Ucu
dok. Republika
Menkopolhukam Wiranto
Menkopolhukam Wiranto

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Jenderal (Purn) Wiranto meminta insiden penolakan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo masuk wilayah AS tidak perlu diributkan lagi. Lagi pula, menurut dia, hal ini sudah dijelaskan Wapres Jusuf Kalla dan Menlu Retno Marsudi. Bahkan menurut mantan panglima ABRI itu, masalah ini sudah selesai.

"Sudah itu memang tidak perlu diributkan lagi, enggak perlu ada satu gerakan-gerakan yang kemudian memanas-manasi lagi karena sudah selesai," kata Wiranto di Kantornya, Jakarta, Jumat (27/10).
 
Wiranto mengatakan permintaan maaf sudah dipenuhi pemerintah AS. Kemudian sudah ada penjelasan penyebab insiden bahwa itu merupakan kesalahan administrasi.
 
Lalu, kata Wiranto, pemerintah AS juga sudah mempersilakan Panglima Gatot beserta istri untuk berkunjung ke AS kapan saja. Selain itu, pemerintah AS trlah mengaku tetap ingin memelihara hubungan baik dengan Indonesia.
 
Maka hubungan baik yang berlangsung sekarang, menurut dia, jangan sampai ada hal-hal yang justru menganggu hubungan baik itu. Dengan pemerintah AS juga berjanji insiden itu tidak akan terulang lagi, menurut Wiranto, maka masalah dianggap selesai. Menurutnya, masalah-masalah seperti ini memang bisa saja terjadi.
 
"Sudah kan. Itu kan berarti sudah selesai permasalahannya jangan sampai ada pihak-pihak tertentu yang justru manas-manasin itu lagi, kita juga harus memelihara hubungan baik dengan negara manapun," ujarnya.