Jumat , 27 October 2017, 19:06 WIB

Pramuka Penggalang Berlomba Meracik Obat Tradisional

Rep: Ronggo Astungkoro/ Red: Andi Nur Aminah
Istimewa
Pramuka enggalang (ilustrasi)
Pramuka enggalang (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pramuka Penggalang dari 33 Provinsi di Indonesia mengikuti lomba membuat obat tradisional dalam kegiatan Lomba Tingkat Regu Pramuka Penggalang Lima (LT-V). Dalam lomba lainnya, yaitu Lomba Penggunaan Media Sosial, para peserta diminta membuat perencanaan platform media sosial.

Lomba Membuat Obat Tradisional dilakukan di Aula Cut Nyak Dien, Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur, Kamis (26/10). Andalan Nasional Gerakan Pramuka Urusan Pembinaan Anggota Dewasa Mohammad Laiyin menyebutkan, para peserta yang dibagi menjadi tiga orang setiap regunya berlomba-lomba untuk meracik obat.

Mereka semua berlomba meracik obat dengan menggunakam bahan-bahan alami, baik itu tumbuh-tumbuhan maupun buah-buahan. Totalnya, ada 66 jenis obat tradisiomal khas dari daerah masing-masing yang dibuat dalam lomba itu.

"Kita menilai bahan bakunya, tingkat kesulitan proses pembuatan, keunikan, hingga khasiatnya. Kita periksa juga dengan cermat, jangan sampai ada hoaks karena bisa berbahaya sekali," kata Laiyin dalam keterangan persnya, Jumat (27/10).

Selain itu, pada kegiatan tersebut juga diadakan Lomba Penggunaan Media Sosial. Sang Koordinator Lomba, Ibrahim Dwi Rudianto menyebutkan, lomba itu diikuti dua orang setiap regunya. Para peserta diminta untuk membuat perencanaan platform media sosial blog dan Facebook.

"Kita ingin mereka juga menjadi kantor berita setidaknya di akun media sosial masing-masing. Mereka jadi duta penyebar konten-konten positif. Blog bisa menjadi sarana latihan mereka menulis dan menyampaikan gagasan yang kemudian dibaca banyak orang," terang Ibrahim.

LT-V Gerakan Pramuka diselenggarakan pada 22-28 Oktober 2017 di Bumi Perkemahan Pramuka Cibubur, Jakarta Timur. Kegiatan ini dibuka pada Senin (23/10) lalu oleh Ketua Kwarnas Gerakan Pramuka, Adhyaksa Dault. Untuk mengikuti kegiatan ini, para peserta diseleksi dengan sangat ketat.