Jumat , 03 November 2017, 00:55 WIB

Masjid UI Ragukan Hasil Penelitian Setara Institute

Rep: Fira Nursya'bani/ Red: Ani Nursalikah
Republika/Mg14
Masjid Ukhuwah Islamiah UI Depok
Masjid Ukhuwah Islamiah UI Depok

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pengurus Masjid Ukhuwah Islamiyah Universitas Indonesia (Masjid UI) mengeluarkan tanggapan terkait laporan penelitian yang dirilis Setara Institute. Laporan berjudul "Potret Intoleransi dan Potensi Radikalisme di Bogor dan Depok" itu telah memicu pemberitaan yang seolah mengasumsikan masjid di Kampus UI adalah sarang radikalisme.

Secara keorganisasian, Masjid UI menyatakan telah terintegrasi dengan Kampus UI sehingga visi dan misinya mengacu kepada visi dan misi UI. Paham keagamaan Masjid UI berlandaskan pemahaman ahlus Sunnah wal jama'ah dalam koridor Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika.
 
"Seluruh kegiatan dan kajian di Masjid UI mengacu pada lima dasar nilai Masjid UI, yaitu Tafahum (pemahaman keislaman yang komprehensif mengharmonikan Islam dan keindonesiaan), Tawazun (keseimbangan antara materialisme dan spiritualisme), Tawasuth (moderat), Takamul (universal dan holistik), dan Tasamuh (saling menghormati perbedaan)," ujar ketua pengurus Masjid UI Abdul Mutaali dalam pernyataan resmi yang diterima Republika.c.id, Kamis (2/11).
 
Menyikapi pemberitaan terkait hasil penelitian Setara Institute yang diperoleh pertama kali dari sebuah media daring (online), pengurus Masjid UI menyatakan belum pernah diwawancarai atau dimintai pendapat oleh media tersebut.
 
Pengurus Masjid UI memandang perlunya meminta penjelasan lebih lanjut mengenai penelitian itu dari Setara Institute. Untuk itu pengurus mengundang Setara Institute untuk mempresentasikan hasil penelitian tersebut secara akademik, utuh, dan terbuka.
 
Pengurus Masjid UI menerima hasil penelitian sebagai masukan dan evaluasi. Masukan yang bersifat konstruktif dinilai dapat menjadikan Masjid UI sebagai masjid kampus yang dibanggakan tidak hanya di level nasional, tapi juga di level internasional.