Selasa , 07 November 2017, 11:03 WIB

'Anak Muda Harus Tahu Jati Diri dan Pahlawan Bangsa'

Red: Fernan Rahadi
Pancasila
Pancasila

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Anak muda zaman sekarang harus bisa memperkuat pertahanan dirinya dengan memperkaya pemahaman tentang jati diri bangsa, terutama Pancasila sebagai dasar negara, juga para pahlawan yang telah berjuang memerdekakan bangsa. Ini penting dalam menghadapi era globalisasi dan kemajuan informasi teknologi juga dalam mengantisipasi ancaman radikalisme dan terorisme.

“Meski bukan produk Penataran P4 seperti generasi muda 1990-an, anak muda 'zaman now' harus memiliki kepedulian dan pertahanan dalam menghadapi ancaman global, seperti radikalisme dan terorisme. Dengan begitu anak muda bisa menjadi pahlawan masa kini dengan menjadi agen kemajuan, perdamaian, dan kesatuan NKRI,” kata pengajar Kajian Strategis dan Global Program Studi Kajian Timur Tengah dan Islam Universitas Indonesia, Dr Muhammad Syaiqullah di Jakarta, Selasa (7/11).

Dalam konteks tantangan dan ancaman yang dihadapi anak muda, Syaiqullah menguraikan bahwa perjuangan anak muda hari ini adalah perjuangan melawan intoleransi, radikalisme, dan upaya perpecahan lainnya.  Itu adalah tantangan nyata di depan anak muda. Karena itu, mereka harus bisa melakukan kontra narasi terhadap konten-konten negatif di dunia maya baik itu intoleransi, radikalisme, terorisme, dan hoaks.

Langkah ini mau tidak mau harus dilakukan anak muda. Pasalnya ini terkait sustainability (kelanjutan) sebuah bangsa dan negara. “Kalau dulu para pahlawan berjuang merebut kemerdekaan, sekarang anak muda juga harus berjuang mempertahankan dan mewujudkan cita-cita para pahlawan itu. Faktanya, negara kita tengah banyak menghadapi ancaman baik itu dari sisi ekonomi, politik, budaya, dan intoleransi. Itulah yang harus dilawan anak muda 'zaman now',” kata pria jebolan Universitas Marmara, Turki ini.

Ia mengakui, anak muda terkesan acuh dengan masalah-masalah kebangsaan. Karena itu, ia kembali mengajak kepada generasi muda untuk tidak larut dari modernisasi dan tetap menghayati dan mengamalkan nilai-nilai kebangsaan dan kearifan lokal. Anak muda jaman now juga diminta tidak malu belajar dan memahami Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika, dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Tentunya pemahamannya harus disesuaikan dengan tren dan cara anak muda 'zaman now'. Pancasila tidak lagi bisa kita sekat menjadi ideologi satu kelompok saja, karena Pancasila milik semua generasi muda. Jadikan mereka memiliki Pancasila, bukan sebagai obyek doktrinasi Pancasila sehingga responsibility (tanggung jawab) dan belonging (rasa memiliki) terhadap Pancasila menjadi kuat,” tutur Syauqillah.

 

Sumber : Antara