Rabu , 08 November 2017, 08:32 WIB

JK Minta Kualitas Balai Latihan Kerja Ditingkatkan

Rep: Santi Sopia/ Red: Andi Nur Aminah
ANTARA/Dedhez Anggara
Peserta mengikuti pelatihan pengelasan di Unit Pelayanan Tehnis Balai Latihan Kerja (UPT-BLK)
Peserta mengikuti pelatihan pengelasan di Unit Pelayanan Tehnis Balai Latihan Kerja (UPT-BLK)

REPUBLIKA.CO.ID, SOLO -- Wakil Presiden (Wapres) M Jusuf Kalla (JK) mengapresiasi pelatihan vokasi yang dilakukan Balai Latihan Kerja (BLK). Namun dia juga meminta kualitas pelatihan di BLK ini terus ditingkatkan.

"Kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia melalui BLK terus ditingkatkan, BLK harus mampu memenuhi kebutuhan tenaga kerja terampil di dunia industri," kata Wapres JK saat mengahdiri forum silaturrahim Pengurus dan mahasiswa Politeknik Akademi Teknik Mesin Industri (ATMI) di Solo, Jawa Tengah melalui rilis pers.

Menurut Wapres JK, kalangan mahasiswa maupun peserta pelatihan vokasi tidak boleh hanya dibekali teori. Tetapi juga harus mampu mempraktikkan dan menjalankan proses produksi. Terlebih, mengingat perkembangan teknologi dewasa ini sangat luar biasa. Maka pendidikan harus mendahului industri.

Menurutnya, setiap negara membutuhkan industri karena industri mampu menyediakan banyak lapangan kerja. Selain itu keterlibatan dunia industri dalam menggalakkan pendidikan dan pelatihan vokasi juga sangat penting. "Apabila ingin mendidik, bukan hanya menggabungkan teori dan praktik, tapi dengan produksi juga," kata JK.