Kamis , 09 November 2017, 02:11 WIB

Kemenkes Klaim Animo Peminat Program Nusantara Sehat Tinggi

Rep: Rr Laeny Sulistyawati/ Red: Andri Saubani
Antara
 Presiden Jokowi berbincang dengan salah satu anggota Tim Nusantara Sehat Angkatan I di Istana Negara, Senin (4/5).
Presiden Jokowi berbincang dengan salah satu anggota Tim Nusantara Sehat Angkatan I di Istana Negara, Senin (4/5).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengklaim animo tenaga kesehatan (nakes) untuk bergabung dalam Nusantara Sehat yang ditempatkan di Daerah Tertinggal, Perbatasan, dan Kepulauan (DTPK) terus meningkat. Kepala Badan Pengembangan dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia Kesehatan Kemenkes Usman Sumantri mengatakan, program Nusantara Sehat ada dua tipe.

Satu tim gelombang terakhir pada 2017 dikirim sebanyak 370 orang. Kemudian, Kemenkes mengirim lagi 2.200 orang Nusantara Sehat yang merupakan individu. Ia mmenambahkan, hingga kini belum ada tenaga kesehatan di daerah terpencil yang mundur.

"Berdasarkan evaluasi kami, keikutsertaan NS pada 2015 dan 2016 relatif bagus yaitu sekitar 98,7 persen," ujarnya kepada Republika, di Jakarta, Rabu (8/11).

Bahkan, dalam setiap periode pendaftaran Nusantara Sehat, ia menyebut tenaga kesehatan yang mendaftar bisa mencapai 7.000 hingga 9.000 orang. Padahal, yang diterima hanya 200-300 tenaga kesehatan. Animo pendaftar diakuinya semakin hari semakin bertambah.

Untuk menghargai pengorbanan para tenaga kesehatan yang mau ditempatkan di tempat terpencil, ia menyebut pemerintah memberikan insentif sampai Rp 11 juta lebih setiap bulan untuk setiap orang. Padahal, kata dia, dokter pegawai negeri sipil yang baru masuk hanya mendapat Rp 1.900.000 per bulan.

Hanya saja ia mengakui para tenaga kesehatan program Nusantara Sehat ini terkendala komunikasi. "Mudah-mudahan 2019 nanti, komunikasi (di area terpencil) bisa bagus," kata Usman.