Jumat , 10 November 2017, 19:32 WIB

Beruntungnya Komandan Upacara Hari Pahlawan

Rep: Ronggo Astungkoro/ Red: Joko Sadewo
dok. Puspen TNI
Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo melaksanakan Ziarah Nasional dalam rangka Hari Pahlawan yang dipimpin oleh Presiden RI Ir. H. Joko Widodo, bertempat di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta Selatan, Jumat (10/11
Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo melaksanakan Ziarah Nasional dalam rangka Hari Pahlawan yang dipimpin oleh Presiden RI Ir. H. Joko Widodo, bertempat di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta Selatan, Jumat (10/11

REPUBLIKA.CO.ID, Berbadan tegap, menggunakan seragam upacara berwarna cokelat dengan sepatu putih, Kolonel Infanteri Apriadi Dirbas menunjukkan sikap hormat di sisi makam Jenderal Ahmad Yani. Setelah itu, ia mengambil keranjang bunga dari rekannya yang menggunakan seragam loreng TNI.

Ia kemudian berjongkok, terdiam sembari menggenggam bunga-bunga dari keranjang itu. Setelahnya, Apriadi perlahan-lahan menaburkan bunga di atas makam Jenderal Ahmad Yani, salah satu Pahlawan Revolusi. Tak sampai di situ, ia juga menaburkan bunga ke makam-makam di sebelahnya.

Di seragamnya, tampak bercak keringat pada bagian punggungnya. Menjadi Komandan Upacara Peringatan Hari Pahlawan, di pagi hari yang panasnya cukup menyengat tampaknya membuat Apriadi berkeringat.

Usai menaburkan bunga, Apriadi kembali melakukan sikap hormat. Setelah itu, barulah ia berbincang sesaat dengan Republika. Ia menceritakan awal mula dirinya bisa menjadi Komandan Upacara pada kegiatan hari itu dan bagaimana perasaannya.

"Awalnya, waktu itu ada perwakilan dari AD, AU, AL, dan Polisi masing-masing empat. Itu diseleksi untuk menjadi Komandan Upacara 17 Agustus di Istana. Kebetulan saya salah satu yang mewakili AD," ungkap Apriadi, Jumat (10/11).

Setelah seleksi itu, barulah terpilih delapan orang yang terdiri masing-masing dua orang dari tiap pihak. Ketika upacara bendera di Istana, Apriadi  bertugas sebagai komandan upacara cadangan saat upacara penaikan bendera, dan dari AU yang utamanya.

"Sorenya Polisi yang utamanya, cadangannya AU. Kemudian ada kegiatan-kegiatan (upacara) lainnya seperti di Lubang Buaya dan lainnya. Itu semua kebagian untuk jadi pelaksana, kebetulan saat ini saya dipanggil bersama rekan dari AU juga tadi dan saya jadi Komandan Utama di sini," terang Apriadi.

Kepala seksi personalia di Makorem 161/Wira Sakti, Kupang, itu mengaku bangga dapat bertugas menjadi Komandan Upacara peringatan Hari Pahlawan. Karena tempat bertugasnya yang jauh, kesempatan itu membuatnya dapat berziarah ke makam para pahlawan di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta Selatan.

"Kesempatan bagi saya untuk melihat dan bagaimana berziarah ke makam pahlawan yang ada di sini. Ada Jenderal Ahmad Yani dan pahlawan-pahlawan lain di sini," tutur dia.

Apriadi melanjutkan, berziarah ke makam para pahlawan dapat mengingatkan kita pada sejarah. Pada kejadian yang terjadi bertahun-tahun silam, bagaimana para pahlawan berjuang untuk menegakkan kesatuan dan kemerdekaan negara Indonesia. "Tinggal kita sekarang bagaimana mengisi (kemerdekaan) negara ini," sambung Apriadi.

Ia pun merasa beruntung dapat bertugas pada kesempatan itu. Terakhir kali Apriadi melakukan ziarah ke Taman Makam Pahlawan Kalibata itu pada saat pangkatnya masih Letnan Dua, tahun 1995.

"Waktu saya Letnan Dua dulu tahun 1995, itu saya ke sini. Setelah itu baru sekarang ke sini lagi. Jadi ada kesempatan saya untuk berziarah lagi di sini," jelas dia.