Monday, 10 Jumadil Akhir 1439 / 26 February 2018

Monday, 10 Jumadil Akhir 1439 / 26 February 2018

Menjaga Tenun Muna Agar tidak Punah

Selasa 14 November 2017 05:31 WIB

Red: Joko Sadewo

TTenun tradisional muna, Sulawesi Tenggara

TTenun tradisional muna, Sulawesi Tenggara

Foto: dok pri

REPUBLIKA.CO.ID, KENDARI -- Pemerintah Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara (Sultra), mulai mendorong budaya kebiasaan menenun di daerah itu, sedari kalangan anak-anak atau anak usia dini. Berbagai upaya dilakukan agar tenun tidak punah.

Bupati Muna, Rusman Emba di Kendari, Senin, mengatakan pihaknya terus memperkenalkan kegiatan penenun dari usia dini atau sekolah dasar sebagai upaya melestarikan budaya tenun di daerah itu. "Jadi saat ini sudah banyak siswa sekolah dasar di Kabupaten Muna yang sudah pandai menenun," kata Rusman.

Ia mengatakan, upaya itu dilakukan agar keberlangsungan generasi para penenun di Muna tetap terjaga. "Karena fakta di beberapa daerah bahkan yang menggeluti kegiatan menenun itu dilakukan orang-orang yang sudah tua. Sedangkan anak-anak kurang tertarik. Di Muna kami antisipasi itu," katanya.

Dikatakan, salah satu upaya merangsang kegiatan menenun bagi anak-anak atau kalangan remaja, maka dilakukan berbagai lomba menenun yang diikuti para pelajar mulai sekolah dasar hingga sekolah menengah atas (SMA).

"Para pemenang lomba menenun kami beri insentif dana pembinaan sehingga mereka bisa lagi mengasah kemampuan dalam hal menenun agar semakin kreatif," ujarnya.

Saat ini kata Rusman, pihaknya telah menetapkan beberapa desa menjadi kampung tenun di Kabupaten Muna, salah satunya adalah Desa Masalili.

Sumber : antara
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES

In Picture: Banjir Citarum, Warga Gunakan Perahu

Ahad , 25 February 2018, 20:13 WIB