Sabtu , 18 November 2017, 20:35 WIB

Pencegahan Radikalisme Harus Dimulai Sejak Dini

Rep: Eric Iskandarsjah Z/ Red: Karta Raharja Ucu
dokumen pri
ilustrasi teroris
ilustrasi teroris

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Kampus kerap menjadi komoditas dalam penyebaran radikalisme. Hal ini boleh jadi disebabkan karena kampus identik dengan generasi muda yang agresif dan memiliki rasa ingin tahu yang tinggi serta sedang mencari identitas diri.

Melihat hal itu, Universitas Gadjah Mada (UGM) pun menggelar kuliah tamu dan kuliah umum terkait penangkalan radikalisme. Tak hanya pencegahan di lingkungan kampus, dalam kuliah umum itu juga ditekankan pentingnya pencegahan sejak dini.

Kepala Pusat Studi Keamanan dan Perdamaian (PSKP) UGM, M Najib Azca mengatakan, pencegahan radikalisme sejak dini itu sangat penting dilakukan. Hal ini ia tekankan berdasar beberapa temuan yang ia dalami.

"Pendidikan sejak dini harus disoroti karena terdapat beberapa lembaga pendidikan yang menanamkan benih-benih radikalisme kepada anak-anak. Contohnya melalui yel-yel," katanya dalam Kuliah Umum bertajuk 'Memahami Penyebaran Paham Radikalisme dan Kekerasan Atas Nama Islam' di Masjid Kampus UGM, Sabtu (18/11).

Selain itu, berdasar temuannya, penyebaran radikalisme juga dapat berawal dari lingkungan keluarga. Menurut Azca, ia sempat menemukan satu keluarga yang terdiri dari lima orang dan semuanya terpapar radikalisme.

Terkait peran kampus, Direktur Eksekutif Yayasan Lingkar Perdamaian, Ali Fauzi Manzi mengatakan, kampus memiliki peran sangat strategis dalam melakukan pencegahan radikalisme. "Kamus dapat berperan dengan membuka pemahaman generasi muda tentang ciri atau indikasi dari gerakan radikalisme. Dengan pemahaman itu, maka generasi muda akan lebih mudah untuk menangkal paparan radikalisme," ucap pria kelahiran 1971.

Ia menekankan agar masyarakat jangan menilai seseorang dari penampilannya. Karena meurutnya, banyak kelompok yang dituduh radikal berdasar penampilan padahal sebenarnya mereka adalah kelompok yang mendukung NKRI.

"Indikasi radikalisme hanya dapat dilihat dari pemikiran dan gagasan yang diusung. Bukan penampilan," kata dia.

Berita Terkait