Selasa , 21 November 2017, 20:26 WIB

Kapolda Metro Imbau Reuni Akbar 212 tak Dilakukan di Monas

Rep: Arif Satrio Nugroho/ Red: Bayu Hermawan
Republika/Mahmud Muhyidin
Kapolda Metro Jaya Irjen Idham Azis
Kapolda Metro Jaya Irjen Idham Azis

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kapolda Metro Jaya Irjen Idham Azis mengimbau, perwakilan Presidium Alumni 212 urung melaksanakan reuni akbar di Monumen Nasional, Jakarta pada Sabtu (2/12). Idham meminta agar acara reuni akbar Alumni 212 sekaligus memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW itu dilaksanakan Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat.

"Mereka merencanakan akan melaksanakan milad dan Maulid raya di sekitaran Monas, kami mengimbau komponen masyarakat yang akan melaksanakan milad ini untuk melaksanakannya di dalam Masjid Istiqlal karena mereka rencananya, gerakan sholat subuh," katanya di Mapolda Metro Jaya, Selasa (21/11).

Kendati demikian, Idham menyampaikan, apabila perwakilan reuni akbar Alumni 212 itu tetap berkeinginan untuk melaksanakan kegiatan di Monas, polisi siap melakukan pengamanan. "Saya bersama Pangdam telah menyiapkan pengamanan untuk tanggal 2 Desember tersebut," katanya menambahkan.

Idham menyebutkan sebanyak 25 ribu personel personel gabungan dari unsur Polri dan TNI disiapkan untuk mengamankan acara reuni akbar Alumni 212 itu. Pasukan itu terdiri dari Brimob dan TNI dan beberapa kompi yang ditarik dari Brimob Nusantara.

Polisi pun sudah menerima surat permohonan dari perwakilan penyelenggara terkait Milad Alumni 212 itu. Namun, Idham menyampaikan jumlah massa yang akan hadir dalam aksi reuni akbar tersebut belum bisa dihitung. "Sudah ada pemberitahuan, kira kira mungkin antara, masih update terus kami belum bisa prediksi," katanya.

Ketua Presidium Alumni 212 Slamet Maarif mengatakan acara ini dilaksanakan untuk mempersatukan kembali ormas yang pernah ikut aksi 212. "Kan sudah setahun kami tidak ketemu tidak kumpul, maka harapannya berkumpul kembali, kami rajut islamiyah kembali," kata Slamet.

Adapun ormas yang akan hadir dalam reuni akbar itu di antaranya Front Pembela Islam dan Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Ulama. Slamet mengklaim massa yang akan mengikuti reuni akbar sekitar satu juta orang.

Berita Terkait