Kamis , 23 November 2017, 01:15 WIB

Soal Dokter Asing, Menkes: Yuk, Kita Loyal Menolong Bangsa

Rep: Rr Laeny Sulistyawati / Red: Agung Sasongko
Menkes Nila Farid Moeleok saat konferensi pers terkait Program Indonesia Sehat di Kantor Kemenkes Jakarta, Rabu (5/11). (Antara/Andika Wahyu)
Menkes Nila Farid Moeleok saat konferensi pers terkait Program Indonesia Sehat di Kantor Kemenkes Jakarta, Rabu (5/11). (Antara/Andika Wahyu)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Kesehatan (Menkes) Nila F Moeloek mengkhawatirkan dokter asing yang bisa mengisi posisi di fasilitas kesehatan Tanah Air. Menurutnya, saat ini negara-negara di Asia Tenggara saling bersaing di era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA),

Memang, kata dia,pertukaran untuk tenaga kesehatan belum dilakukan. Tetapi, untuk membangun rumah sakit (RS) diperbolehkan dengan ada aturan saham.

"Dan kalau kita tidak mau bergerak, diam di kota maka mereka (tenaga kesehatan dokter) akan mau ke daerah-daerah,"katanya usai pembukaan pembekalan peserta wajib kerja dokter spesialis (WKDS) dan nota kesepahaman dengan kepala daerah, di Jakarta, Rabu (22/11) sore.

Jadi, kata dia, tenaga kesehatan seperti dokter dari Filipina, Myanmar sangat mungkin mau bekerja di Tanah Air. Ini karena mereka menilai lebih enak hidup di Indonesia dibandingkan negaranya. "Jadi artinya yuk kita sekarang mari kerja keras, mandiri, loyal menolong bangsa," ujarnya.

Sebelumnya, Menkes mengajak keluarga sebagai bagian penting dalam mendorong masyarakat secara mandiri untuk hidup sehat. "Sesuai dengan tema peringatan HKN tahun ini, yang mengangkat tema 'Sehat Keluargaku Sehat Indonesiaku' sejalan dengan program Indonesia Sehat melalui pendekatan keluarga," kata Menkes dalam sambutannya yang dibacakan Wakil Bupati H Burhanudin pada Peringatan HKN di Kotabaru, Ahad kemarin.

Dikatakan, keluarga merupakan unit terkecil dari masyarakat yang menjadi inti pembangunan kesehatan sesuai undang-undang nomor 36 tahun 2009. Program Indonesia Sehat melalui pendekatan keluarga menekankan pada pentingnya peran keluarga dalam pembangunan kesehatan.

Lingkungan keluarga memberikan dasar bagi seseorang untuk memiliki kebiasaan, perilaku dan gaya hidup yang sehat. "Karena itu, kita perlu terus berupaya untuk membudayakan perilaku hidup bersih dan sehat pada masyarakat mulai dari lingkungan keluarga," katanya.

Kementerian Kesehatan telah mengeluarkan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 39 Tahun 2016 tentang Pedoman Penyelenggaraan Program Indonesia Sehat dengan pendekatan keluarga untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.

Program Indonesia Sehat dengan pendekatan keluarga pada dasarnya merupakan integrasi pelaksanaan program-program kesehatan baik Upaya Kesehatan Perorangan (UKP) maupun Upaya Kesehatan Masyarakat (UKM) secara berkesinambungan, dengan target/fokus kepada keluarga berdasarkan data dan informasi dari profil kesehatan keluarga.

Pendekatan pelayanan yang mengintegrasikan IKP dan UKM secara berkesinambungan, dengan target keluarga, didasari data dan informasi dari profil kesehatan keluarga dan memberikan intervensi awal bila ada masalah kesehatan terhadap 12 indikator seperti yang terdapat pada Paket Informasi Kesehatan Keluarga (Pinkesga).

Berita Terkait