Jumat , 08 Desember 2017, 00:15 WIB

Dua Peraih Anti-Korupsi Bung Hatta Award 2017

Rep: Kiki Sakinah/ Red: Esthi Maharani
ROL/Fian Firatmaja
Bupati Bantaeng, Nurdin Abdullah
Bupati Bantaeng, Nurdin Abdullah

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Perkumpulan Bung Hatta Anti-Corruption Award (BHACA) memberikan penghargaan kepada dua sosok yang dinilai berintegritas dan berhasil melakukan inovasi dalam sektor pelayanan publik dan birokrasi pemerintah. Kedua sosok pemenang dari penganugerahan BHACA yang ke-7 tersebut ialah Bupati Bantaeng, Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah dan Dirjen Bea Cukai, Heru Pambudi.

Pemenang penghargaan itu diputuskan oleh para Dewan Juri BHACA 2017, yang terdiri dari Betti Alisjahbana, Bivitri Susanti, Endy M. Bayuni, Paulus Agung Pambudhi, dan Zainal A. Muchtar. Pengumuman pemenang penghargaan itu dilakukan di restoran Warung Daun, Cikini, Jakarta Pusat.

Salah satu juri, Betti, mengatakan bahwa Nurdin Abdullah memiliki komitmen yang sangat tinggi dalam membangun pemerintahan daerah yang bersih dari korupsi dan maju. Ia menilai, selama kepemimpinannya, perekonomian Bantaeng tumbuh pesat, pendapatan per kapita warga meningkat tajam, serta angka pengangguran turun drastis.

Sedangkan Heru Pambudi dinilai Betti telah memimpin reformasi kepabeanan dan cukai demi mencapai pelayanan yang lebih cepat, lebih bagus, dan lebih transparan.

"Meski perjalanan pembenahan di Bantaeng dan Bea Cukai masih panjang, namun Dewan Juri menilai bahwa komitmen serta usaha konsisten yang ditunjukkan Nurdin Abdullah dan Heru Pambudi layak untuk mendapatkan penghargaan," kata Betti, dalam rilis yang diterima Republika, Kamis (7/12).

Ketua Dewan Pengurus Harian Perkumpulan BHACA, Natalia Soebagjo, mengatakan bahwa Dewan Juri tidak hanya menentukan seorang kepala daerah semata. Namun juga seorang aparatur sipil negara sebagai penerima penghargaan BHACA. Menurutnya, masing-masing sosok tersebut memiliki tantangan yang sama beratnya untuk mempertahankan integritas pribadi dan membangun sistem tata kelola yang baik di lingkungan mereka.

Ia mengatakan, melawan arus memerlukan keberanian dan mengandung resiko. Karena itu, menurutnya, niat dan keberanian untuk melakukan perubahan harus diakui dan dihargai.

"Bagaimanapun juga perubahan besar yang dicita-citakan harus diawali dengan langkah nyata pertama dan berawal dari diri sendiri. Semoga mereka bisa terus jadi panutan dan sistem yang mereka bangun menjadi landasan kokoh untuk selangkah demi selangkah membangun Indonesia yang bersih, kata Natalia.

Sementara itu, Malam Anugerah BHACA 2017 itu sendiri akan diselenggarakan pada Kamis (14/12) mendatang di Graha CIMB Niaga, Jakarta. Dalam acara itu, perwakilan dari keluarga Mohammad Hatta akan menyerahkan plakat anugerah BHACA 2017 kepada kedua sosok tersebut.

BHACA memberikan penghargaan kepada pribadi-pribadi yang terus berusaha menumbuh-kembangkan tata kelola pemerintahan yang baik, bersih, dan bertanggungjawab, serta menjadi inspirator bagi terbangunnya upaya pemberantasan korupsi di lingkungannya. Sejak 2003, Perkumpulan BHACA sudah memberikan anugerah penghargaan kepada 15 individu.