Jumat , 08 Desember 2017, 00:25 WIB

Survei: Pembaca di Luar Jawa Lebih Memilih Media Cetak

Rep: Halimatus Sa'diyah/ Red: Esthi Maharani
fahrenheitmarketing
Media Online. Ilustrasi.
Media Online. Ilustrasi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Survei terbaru yang dilakukan Nielsen Consumer & Media Review kuartal ketiga 2017 mengungkap bahwa masyarakat di luar Jawa memiliki preferensi yang lebih besar kepada sumber berita dalam bentuk print ketimbang digital. Berdasarkan survei tersebut, warga Makassar memiliki preferensi terhadap media cetak paling tinggi dibanding kota-kota besar di luar Jawa lain, yakni sebesar 21 persen.

Sementara, hal berbeda justru terjadi di kota-kota di Pulau Jawa yang sebagian besar masyarakatnya lebih memilih sumber berita dalam versi digital ketimbang cetak. Dari enam kota di Pulau Jawa yang disurvei oleh Nielsen, hanya Surabaya saja yang lebih mengandalkan media cetak daripada online.

Executive Director Media Business Nielsen Indonesia Hellen Katherina menilai, salah satu faktor yang membuat tingkat penetrasi media cetak lebih tinggi di luar Jawa karena masalah habit alias kebiasaan. Sebab, meski tingkat penetrasi online sudah cukup tinggi di kota-kota di luar Jawa, nyatanya masyarakat tetap mengandalkan media cetak sebagai sumber informasi mereka.

"Habit pembaca di luar Jawa lebih memilih print," kata Hellen, saat memaparkan hasil survei Nielsen di kantornya, Rabu (6/12) kemarin.

Faktor lain, Hellen menduga, karena media cetak yang berada di luar Jawa belum terlalu serius mengelola platform digitalnya. Sehingga, masyarakat mau tak mau hanya dapat mengandalkan versi cetak sebagai sumber berita mereka.

Survei Nielsen itu sendiri dilakukan secara tatap muka dengan 17.000 responden di 11 kota di Indonesia, yakni Jakarta, Bandung, Jogjakarta, Semarang, Surakarta, Surabaya, Denpasar, Medan, Palembang, Makassar dan Banjarmasin. Riset dilakukan sejak kuartal keempat 2016 hingga kuartal ketiga 2017.