Jumat , 15 December 2017, 09:57 WIB

In Picture: Penggalian Fondasi RS Indonesia di Rakhine Capai 50 Persen

Red: Mohamad Amin Madani
Proyek pembangunan Rumah Sakit Indonesia di Myaung Bwe, Mrauk U, Rakhine State, Myanmar.

REPUBLIKA.CO.ID, RAKHINE -- Dalam rangka memberikan bantuan jangka panjang bagi masyarakat korban konflik di Rakhine State, Myanmar, pembangunan Rumah Sakit Indonesia tepatnya di Myaung Bwe, Mrauk U, Rakhine State terus berlanjut. Ir. Nur Ikhwan Abadi, Site Manager RSI, melaporkan bahwa pekerjaan pembangunan bangunan utama RS Indonesia berukuran sekitar 2.100 m2 saat ini dalam tahap penggalian pondasi dengan progress mencapai lebih 50 persen.

“Progress penggalian pondasi rumah sakit sudah lebih dari 50 persen. Lebih dari 100 fondasi sudah selesai dari 200 pondasi yang direncanakan. Pondasi yang sudah dicor sampai dengan hari ini mencapai 10 titik,” terang Ikhwan dalam siaran pers yang diterima Republika.co.id, Kamis (14/12).

“Para pekerja lokal yang terdiri umat Muslim dan Budha saat ini masih terus merakit besi-besi untuk fondasi, galian fondasi dan pengecoran lantai kerja (lean conrete) untuk lubang fondasi yang sudah selesai,” tambahnya.

Ir. Nur Ikhwan Abadi (Site Manager) bersama Ir. Ahmad Fauzi (Site Engineer), keduanya adalah insinyur yang ditugaskan untuk mengawasi pembangunan RS Indonesia di Rakhine State, Myanmar hingga pembangunan rumah sakit selesai. Para insinyur ini dipercaya untuk mengawal pembangunan RS Indonesia di Rakhine karena keduanya sudah berpengalaman dalam pembangunan RS Indonesia di wilayah perang Jalur Gaza, Palestina.

Setiap hari, Ikhwan dan Fauzi mengunjungi lokasi pembangunan untuk mengawasi para pekerja dari kontraktor lokal yang berjumlah 30 – 40 orang per harinya. Pembangunan bangunan utama RS Indonesia diperkirakan memakan waktu hingga 10 bulan ke depan.