Saturday, 5 Sya'ban 1439 / 21 April 2018

Saturday, 5 Sya'ban 1439 / 21 April 2018

Mahyudin Minta Buku 'Yerusalem Ibu Kota Israel' Ditarik

Senin 18 December 2017 00:41 WIB

Rep: Eko Supriyadi/ Red: Hazliansyah

Wakil Ketua MPR Dr H Mahyudin ST, MM

Wakil Ketua MPR Dr H Mahyudin ST, MM

Foto: Humas MPR

REPUBLIKA.CO.ID, BONTANG -- Wakil Ketua MPR Mahyudin meminta pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) untuk menarik buku pelajaran sekolah dasar (SD) yang menyebutkan ibu kota Israel adalah Yerusalem. Karena ibu kota Israel adalah Tel Aviv, bukan Yerusalem.

"Saya kira ditarik saja buku itu. Karena yang kita tahu ibukota Israel itu adalah Tel Aviv. Bukan Yerusalem," kata Mahyudin usai menyampaikan Sosialisasi Empat Pilar MPR kepada Majelis Taklim Nur Hasanah di Oak Tree Hotel, Bontang, Kalimantan Timur, Ahad (17/12).

Mahyudin mengaku tidak mengetahui siapa yang mengeluarkan dan mengedarkan buku yang menyebutkan ibukota Israel adalah Yerusalem. Meski demikian Kemendikbud tetap harus bertanggungjawab atas peredaran buku itu, apakah dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan atau swasta.

"Saya kira Mendikbud harus bertanggungjawab," ujarnya.

Menurut Mahyudin, jika dalam buku pelajaran SD itu sudah lebih dulu mengatakan ibukota Israel adalah Yerusalem, maka hal ini merupakan sebuah kesalahan yang fatal. Sehingga harus segera diperbaiki.

Dari kasus ini, Mahyudin menduga ada pihak-pihak tertentu yang bermain di balik kesalahan fatal itu. Ia mengaku ada pengaruh intervensi asing dalam pengambilan kebijakan-kebijakan.

"Tidak tertutup kemungkinan ada yang bermain ke dalam kemudian membuat buku itu," sebut Mahyudin.

Selain menarik buku yang menyebutkan ibukota Israel adalah Yerusalem, Mahyudin juga minta Kemendikbud untuk melakukan pengawasan lebih ketat terhadap buku-buku pelajaran.

Publik belakangan ini dikejutkan dengan buku pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) untuk siswa kelas VI SD yang menyebutkan ibukota Israel adalah Yerusalem. Buku pelajaran SD itu sudah beredar sejak tahun 2008 lalu.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA