Sabtu , 13 January 2018, 09:58 WIB

Nilai USBN dan UN tak Pengaruhi Kelulusan SNMPTN dan SBMPTN

Rep: Gumanti Awaliyah/ Red: Winda Destiana Putri
Arif Firmansyah/Antara
Sejumlah siswa SD mengerjakan soal Bahasa Indonesia saat Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) di SD Insan Kamil, jalan Dramaga, Bogor, Jawa Barat, Senin (15/5). Berbeda dengan Ujian Nasional SMP dan SMA berbasis komputer, pelaksanaan USBN tingkat SD masih menggunakan lembar jawaban komputer (LJK) dengan penggandaan lembar soal diserahkan Pemerintah Pusat kepada Pemerintah Daerah dan USBN SD berlangsung hingga hari Rabu (17/5). ANTARA FOTO/Arif Firmansyah/foc/17.
Sejumlah siswa SD mengerjakan soal Bahasa Indonesia saat Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) di SD Insan Kamil, jalan Dramaga, Bogor, Jawa Barat, Senin (15/5). Berbeda dengan Ujian Nasional SMP dan SMA berbasis komputer, pelaksanaan USBN tingkat SD masih menggunakan lembar jawaban komputer (LJK) dengan penggandaan lembar soal diserahkan Pemerintah Pusat kepada Pemerintah Daerah dan USBN SD berlangsung hingga hari Rabu (17/5). ANTARA FOTO/Arif Firmansyah/foc/17.

REPUBLIKA.CO.ID,

JAKARTA -- Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi menegaskan, nilai Ujian Nasional (UN) dan Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) tidak akan mempengaruhi kelulusan Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) dan Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN). Hal itu berdasarkan pada keputusan Menristekdikti dan Menteri pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud).

"Tahun ini Menristekdikti dan Mendikbud memutuskan bahwa nilai USBN dan UN siswa SMA/Sederajat tidak akan dikaitkan pada penerimaan SNMPTN dan SBMPTN," ujar ketua pusat SNMPTN dan SBMPTN 2018 Ravik Karsidi, usai menggelar konferensi pers di Gedung Kemenristekdikti, Senayan, Jumat (12/1).
 
Dia menegaskan, pelaksanaan seleksi melalui SNMPTN 2018 akan berdasarkan pada hasil penelusuran prestasi dan portofolio akademik. Dengan persyaratan, SMA/SMK/MA yang mendaftarkan siswanya sesuai dengan akreditasi sekolah.
 
Untuk sekolah yang memiliki akreditasi A, lanjut dia, sekolah bisa mendaftarkan 50 persen siswa terbaik di sekolahnya. Adapun untuk sekolah yang memiliki akreditasi B, sekolah hanya bisa mendaftarkan 30 persen siswa terbaik di sekolahnya.
 
"Lalu akreditasi C hanya boleh 10 persen saja daftarkan siswa, dan akreditasi lainnya 5 persen saja," kata Ravik.
 
Sementara itu, untuk pelaksanaan SBMPTN 2018 yang berdasarkan ujian berbentuk Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) akan ditingkatkan jumlah pesertanya. Model ujian UTBK ini menjadi embrio model penerimaan mahasiswa baru melalui Pusat Layanan Tes (Test Center).
 
Sedangkan untuk jalur Seleksi Mandiri, lanjut Ravik, akan dilaksanakan sendiri oleh masing-masing PTN setelah pengumuman SBMPTN. Seleksi Mandiri oleh masing-masing PTN salah satunya dapat menggunakan atau memanfaatkan nilai hasil tes SBMPTN yang difasilitasi oleh Panitia Pusat.

 

TAG