Saturday, 3 Jumadil Awwal 1439 / 20 January 2018

Saturday, 3 Jumadil Awwal 1439 / 20 January 2018

Kemenag: Persatuan dan Kesatuan Indonesia Harganya Mahal

Sabtu 13 January 2018 20:00 WIB

Rep: Zahrotul Oktaviani/ Red: Esthi Maharani

Gedung Kementerian Agama

Gedung Kementerian Agama

Foto: Republika/Raisan Al Farisi

REPUBLIKA.CO.ID, TANGERANG SELATAN -- Indonesia memasuki tahun politik 2018 karena di tahun ini digelar pilkada serentak di berbagai daerah. Kepala Lajnah Pentashihan Mushaf Alquran Kementerian Agama, Muchlis M Hanafi meminta masyarakat untuk tetap menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.

"Persatuan dan kesatuan kita ini terlalu mahal untuk digadaikan hanya untuk kepentingan politik praktis," ujar Muchlisdi Masjib Baitul Quran, Pondok Cabe, Tangerang Selatan, Sabtu (13/1).

Persatuan dan kesatuan Indonesia disebut oleh Muchlis dibentuk sudah sejak lama dan bukan pekerjaan yang mudah.  Sekretaris Jenderal Organisasi Ikatan Alumni Al-Azhar (OIAA) cabang Indonesia ini pun meminta masyarakat agar berhati-hati dengan isu keagamaan yang berpotensi muncul saat pilkada.

"Di tahun politik ini harus waspada penggunaan identitas keagamaan dalam masalah politik praktis. Terkadang persoalan yang terjadi hanya persoalan sosial, politik, atau ekonomi semata lalu agama disangkutpautkan. Umat Islam dirasa perlu cerdas dalam menyikapi isu semacam ini supaya tidak cepat memvonis atas nama agama," katanya.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES