Wednesday, 8 Ramadhan 1439 / 23 May 2018

Wednesday, 8 Ramadhan 1439 / 23 May 2018

Soal Gizi Buruk dan Campak, Idrus: Tangani Sampai Tuntas

Sabtu 20 January 2018 21:50 WIB

Red: Agus Yulianto

Idrus Marham -Menteri Sosial

Idrus Marham -Menteri Sosial

Foto: Republika/ Wihdan
Kondisi medan yang cukup sulit membuat layanan kesehatan belum optimal.

REPUBLIKA.CO.ID, TIMIKA -- Menteri Sosial Idrus Marham memastikan kasus gizi buruk dan campak yang mewabah di Kabupaten Asmat dalam beberapa bulan terakhir, akan tertangani dengan baik oleh tim terpadu yang kini sudah bekerja menangani para korban. "Yang perlu diperhatikan satu bulan sejak pertama ditangani. Perawatan anak-anak ini harus tuntas. Sebab kalau tidak demikian maka dikhawatirkan akan kembali terulang," kata Idrus di Timika, Sabtu (20/1).

Menteri Sosial Idrus Marham bersama rombongan tiba di Bandara Mozes Kilangin Timika dan terus melanjutkan perjalanan menuju Bandara Ewer, Asmat. Selanjutnya, dari Bandara Ewer, Mensos bersama rombongan melanjutkan perjalanan menggunakan kapal menuju Kota Agats, Ibu Kota Kabupaten Asmat untuk melihat secara langsung penanganan para pasien campak dan gizi buruk oleh Tim Kesehatan Terpadu.

Idrus yang baru beberapa hari dilantik menjabat Mensos menggantikan Khofifah Indar Parawansa mengaku, telah melakukan pengecekan lapangan. "Tim terpadu yang terdiri atas para dokter dan tenaga kesehatan sudah bekerja dengan baik. Kami bisa memaklumi, bisa saja ada beberapa warga yang mungkin belum tersentuh layanan kesehatan karena kondisi medan di Asmat itu cukup sulit," tuturnya. Dalam kunjungannya ke Asmat, Kementerian Sosial menyerahkan bantuan berupa beras sebanyak tiga ton.

Idrus berharap, bantuan tersebut bisa didistribusikan secara baik dan merata bagi warga yang membutuhkan. Selain itu, Kemensos juga menyalurkan makanan tambahan, termasuk untuk anak- anak sebanyak 25.000 paket. Bantuan ini terkoordinasi melalui posko bantuan yg sudah didirikan di Agats.

Kemensos diketahui sudah lebih dari tujuh tahun terus memberikan bantuan ke Kabupaen Asmat, diantaranya melalui program Komunitas Adat Terpencil (KAT) yang menyentuh empat kampung (desa). "Ke depan bantuan ke Kabupaten Asmat bisa kita tingkatkan," kata Idrus, mantan Sekjen Partai Golkar itu.

Perkuat layanan

Dirjen Perlindungan dan Jaminan Sosial Harry Hikmat mengatakan Kemensos akan membantu Kabupaten Asmat untuk memperkuat layanan kesehatan bagi warga setempat melalui meningkatkan kepesertaan Program Keluarga Harapan (PKH) dari 391 akan dikembangkan menjadi 13 ribu keluarga.

"Untuk PKH nantinya tidak hanya dalam bantuan uang namun juga menerjunkan pendamping PKH. Saat ini baru ada 10 pendamping, dari yang dibutuhkan sebanyak 56 dengan rasio satu pendamping untuk 300 keluarga," kata Harry. Selanjutnya, Kemensos juga akan memperkuat pembentukan Kampung Siaga Bencana (KSB).

Harry memastikan akan membentuk beberapa KSB dengan bersinergi dengan Tagana. Agar identifikasi bencana sosial semacam ini cepat terpantau, Mensos juga akan memperkuat koordinasi dengan kementerian lain, dalam hal ini dengan Kementerian Dalam Negeri.

Kemensos menilai Pemkab Asmat sudah cukup bagus dalam penanganan kesehatan warga setempat selama ini, seperti adanya 'bantuan 1.000 hari' khusus dalam hal penanganan kesehatan dan kecukupan gizi ibu hamil.

Hanya saja tantangan alam di Kabupaten Asmat yang berada di wilayah pesisir dan terpisah antarkampung dan distriknya dengan sungai-sungai yang luas membuat berbagai program tersebut tidak mudah untuk direalisasikan.

Sumber : Antara
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES