Monday, 6 Ramadhan 1439 / 21 May 2018

Monday, 6 Ramadhan 1439 / 21 May 2018

Bertemu Dubes Slovakia, Apa yang Dibahas Sandiaga?

Rabu 24 January 2018 03:04 WIB

Rep: Sri Handayani/ Red: Agus Yulianto

Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno.

Foto: Republika/Mahmud Muhyidin
Kerja sama itu meliputi masalah penataan sedimentasi dan pengendalian banjir di DKI.

REPUBLIKA.CO.ID,  JAKARTA -- Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Salahuddin Uno bertemu dengan duta besar Slovakia untuk Indonesia Michal Slivovic. Michal menawarkan beberapa kerja sama.

"Hari ini kedatangan Bapak Duta Besar untuk menawarkan kerja sama investasi dan kerja sama ekonomi," kata Sandiaga di Balai Kota, Selasa (23/1).

Menurut Sandiaga, kerja sama itu meliputi masalah penataan sedimentasi dan pengendalian banjir di DKI Jakarta. Selain itu, Michal juga menawarkan solusi permasalahan lingkungan di Ibu Kota.

Michal menawarkan teknologi untuk mengolah limbah minyak goreng atau minyak jelantah menjadi plastik pembungkus ramah lingkungan atau biodegradable plastic. Plastik tersebut diklaim dapat terurai dan menjadi air dalam kurun waktu 90-120 hari.

Menurut Sandiaga, selama ini, sampah plastik telah menyebabkan masalah serius karena sulit terurai, begitu juga dengan sampah minyak goreng. Sampah minyak mencemari air di Jakarta dan menjadi masalah besar bagi PT Pengelolaan Air Limbah (PAL).

Dengan teknologi dari Slovakia ini, minyak jelantah yang dibuang ke selokan dapat diolah menjadi plastik berkualitas dan ramah lingkungan. Sandiaga berharap, teknologi ini dapat mendorong pengelolaan limbah dengan lebih baik. Dengan begitu, kondisi lingkungan di DKI Jakarta akan menjadi lebih baik.

"Itu kalau kita lihat di Pulau Seribu kalau saya lagi berenang itu kan wah banyak bungkus-bungkus mie instan, bungkus-bungkus permen atau bungkus-bungkus kalau kita lihat, itu bisa dibuat dari sini dan akan dissolve dalam 90 sampai 120 hari," kata dia.

Sandiaga akan menjajagi ide tersebut. Ia berharap, ini bisa membawa investasi bagi Indonesia.

Michal menyadari, selain pengelolaan air, sampah telah menjadi masalah menahun di Indonesia. Ia yakin, teknologi yang ditawarkan akan bermanfaat bagi masyarakat Indonesia. "Ini bisa sangat bermanfaat bagi masyarakat Jakarta dan masyarakat Indonesia," kata Michal.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES