Wednesday, 5 Jumadil Akhir 1439 / 21 February 2018

Wednesday, 5 Jumadil Akhir 1439 / 21 February 2018

Dua Ormas Solo Desak Polri Jelaskan Kematian JF

Selasa 13 February 2018 18:32 WIB

Rep: Andrian Saputra/ Red: Fernan Rahadi

Densus 88

Densus 88

LUIS dan DSKS mengirimkan surat terbuka yang ditujukan untuk Presiden Joko Widodo.

REPUBLIKA.CO.ID, SOLO --- Laskar Umat Islam Surakarta (LUIS) beserta Dewan Syariah Kota Surakarta (DSKS) mendesak Mabes Polri menerangkan penyebab kematian terduga teroris, Muhammad Jefri (31 tahun).  Dua ormas besar di Solo itu berharap kematian JF tak seperti kasus kematian Siyono beberapa tahun lalu pasca-ditangkap Desus 88 karena diduga terlibat dalam jaringan teroris. Bahkan LUIS mendesak untuk dilakukan penelusuran medis untuk mengungkap penyebab kematian JF. 

"Kita harus buktikan secara medis maupun hukum dan informasi tersebut harus disampaikan oleh yang berwenang. Kita meminta kejelasan kematiannya sehingga publik bisa mengerti, memahami, dan memaklumi kematian tersebut," tutur Juru Bicara LUIS, Endro Sudarsono saat menyamlaikan surat terbuka terkait hal tersebut ke Mapolresta Solo, Selasa (13/2). 

Endro mengatakan, LUIS dan DSKS mendorong Pemerintah, Polri, Komnas HAM, MUI beserta perwakilan ormas Islam untuk bersama-sama membentuk tim pencari fakta mengusut penyebab kematian JF.  Untuk itu, LUIS dan DSKS mengirimkan surat terbuka yang ditujukan untuk Presiden Joko Widodo, Kapolri, Ketua Komnas HAM, Ketua DPR RI, Ketua MUI, Ketua PP Muhammadiyah, dan Katua PBNU. Dia berharap publik tak dibuat bertanya-tanya dengan kematian JF hanya beberapa hari setelah penangkapan oleh Densus 88. 

"Negara harus melindungi warganya dan bebas terhadap ancaman, tekanan fisik maupun psikis termasuk segala bentuk penganiayaan penyiksaan hingga menyebabkan kematian seseorang," kata Endro. 

Sementara itu, Divisi Humas Mabes Polri telah membenarkan kematian JF. JF yang ditangkap Densus 88 bersama istrinya Ardilla di Jalan Jendral Sudorman, Cipancuh, Haurgelis, Indramayu pada Rabu (7/2) meninggal dan jenazahnya dimakamkan di Tanggamus, Lampung pada Sabtu (10/2). Meski demikian, Polri belum menjelaskan terkait penyebab kematian JF pascaditangkap. 

JF ditangkap karena diduga terlibat dalam kegiatan kelompok teroris di Indonesia. Ia diduga merupakan jaringan dari salah saeorang narapidana teroris di LP Cipinang. 

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES