Jumat, 4 Sya'ban 1439 / 20 April 2018

Jumat, 4 Sya'ban 1439 / 20 April 2018

Wapres: Pemuka Agama Sebaiknya Lebih Adem Berdakwah

Selasa 13 Februari 2018 22:50 WIB

Red: Bayu Hermawan

Jusuf Kalla

Jusuf Kalla

Foto: EPA/Andrew Gombert
JK mengatakan pemuka agama harus memberikan ceramah keagamaan yang bersifat kerukunan

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan para pemuka agama harus lebih banyak memberikan ceramah keagamaan yang bersifat kerukunan dan tidak memecah-belah antarumat beragama. Hal itu disampaikan Wapres Kalla menanggapi adanya eskalasi kekerasan terhadap umat beragama di daerah.

"Ya semua harus berhati-hati, dan apalagi pemuka agama harus lebih adem caranya dalam memberikan dakwah atau khutbah atau apa pun," kata Jusuf Kalla di Kantor Wakil Presiden Jakarta, Selasa (13/2).

Peristiwa kekerasan terhadap umat beragama terjadi di beberapa daerah dalam beberapa waktu terakhir. Pada Ahad (11/2) lalu, Gereja Katolik St. Lidwina Stasi Bedog, Sleman, Yogyakarta diserang oleh seorang pria bersenjata.

Serangan tersebut melukai tiga orang, termasuk Pastor Karl Edmund Prier, SJ yang sedang memimpin misa. Romo Prier dan seorang umat bernama Budijono mengalami luka di kepala, dan satu umat bernama Martinus Parmadi Subiantoro terluka di punggung.

"Saya cuma membaca yang di Yogya itu, mereka berkeliling itu, mungkin ada keresahan dalam jiwanya, ada ajaran yang masuk. Saya tidak tahu, biar polisi nanti yang menjelaskan," ujar Wapres.

Sementara itu, Kapolres Sleman AKBP Firman Lukmanul Hakim mengatakan motif pelaku penyerangan di Gereja St. Lidwina Bedog, Sleman masih didalami.

"Motif masih dalam pendalaman. Kami masih mengumpulkan keterangan dan bukti-bukti yang ada, serta olah tempat kejadian perkara. Sementara ini pelaku satu orang, mengenai ada orang yang menunggu di luar Gereja, masih kami dalami. Kami tidak bisa asal menuduh," Firman.

Sumber : Antara
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES