Senin, 3 Jumadil Akhir 1439 / 19 Februari 2018

Senin, 3 Jumadil Akhir 1439 / 19 Februari 2018

  • HEADLINE

    puisi-sastra

    Candaan Beda Swiss dan Indonesia Soal Laut dan Utang

    Pada sebuah hari seorang diplomat Indonesia bertemu dengan diplomat asal Swiss. Keduanya membanggakan kelebihan negaranya masing-masing. "Saya heran melihat negara anda . Untuk apa Swiss punya angkatan laut (Swiss Navy)...

  • HEADLINE

    puisi-sastra

    Cuma Ibu yang Tahu

    Oleh: Khofifah Indar Parawansa, Menteri SosialSaat ibu baru saja memejamkan matapecahlah tangisan si kecil dengan nyaringnyadalam keadaan mengantuk, anak pun harus digendong sepenuh cintaBagaimana rasanya?Cuma ibu yang tahu rasanyaSaat...

  • HEADLINE

    puisi-sastra

    Palestina Setelah Donald Trump

    Oleh Denny JA     Di hadapan makam itu, Seorang ibu memeluk pemuda. Mengalir air mata ibu. Hati teriris sembilu, bersuara dalam bisu. “Akankah aku kehilanganmu juga, anakku. Tinggal kau tersisa.”   Ibu menatap banyak makam. Anak sulung di makam sebelah...

  • HEADLINE

    puisi-sastra

    Puisi Usai Acara Talk Show ILC: Menonton Kedunguan

    Oleh: Fadli ZonANberapa lama lagi kau pertontonkan kedunguandengan kepercayaan diri sempurnasambil kau rebahkan otakmu di comberanmulutmu mengeluarkan suarapenuh kekosongan begitu hampaargumentasi sedangkal mata kakiangka-angka menipulasiberita bohong plus fitnah kejikau...

  • HEADLINE

    puisi-sastra

    Taufiq Ismail Luncurkan Debu di atas Debu di Seoul

    SEOUL -- Taufiq Ismail meluncurkan kumpulan karyanya yang diterjemahkan dalam Bahasa Korea berjudul Meonji Wiui Meonji atau Debu di atas Debu. Sastrawan berusia 82 tahun ini sempat membacarakan...

  • Candaan Beda Swiss dan Indonesia Soal Laut dan Utang

  • Cuma Ibu yang Tahu

  • Palestina Setelah Donald Trump

  • Puisi Usai Acara Talk Show ILC: Menonton Kedunguan

  • Taufiq Ismail Luncurkan Debu di atas Debu di Seoul

TERPOPULER

TERKINI

Indeks +

Puisi Sastra

Candaan Beda Swiss dan Indonesia Soal Laut dan Utang

Pada sebuah hari seorang diplomat Indonesia bertemu dengan diplomat asal Swiss. Keduanya membanggakan kelebihan negaranya masing-masing. "Saya heran melihat negara...

pada 25 Desember 2017, 08:08

Puisi Sastra

Cuma Ibu yang Tahu

Oleh: Khofifah Indar Parawansa, Menteri SosialSaat ibu baru saja memejamkan matapecahlah tangisan si kecil dengan nyaringnyadalam keadaan mengantuk, anak...

pada 22 Desember 2017, 15:26

Puisi Sastra

Palestina Setelah Donald Trump

Oleh Denny JA     Di hadapan makam itu, Seorang ibu memeluk pemuda. Mengalir air mata ibu. Hati teriris sembilu, bersuara dalam bisu. “Akankah aku kehilanganmu...

pada 12 Desember 2017, 14:15

Puisi Sastra

Puisi Usai Acara Talk Show ILC: Menonton Kedunguan

Oleh: Fadli ZonANberapa lama lagi kau pertontonkan kedunguandengan kepercayaan diri sempurnasambil kau rebahkan otakmu di comberanmulutmu mengeluarkan suarapenuh kekosongan...

pada 06 Desember 2017, 20:38

Puisi Sastra

Taufiq Ismail Luncurkan Debu di atas Debu di Seoul

SEOUL -- Taufiq Ismail meluncurkan kumpulan karyanya yang diterjemahkan dalam Bahasa Korea berjudul Meonji Wiui Meonji atau Debu...

pada 24 Oktober 2017, 19:11

Puisi Sastra

Kata “Pribumi” Gelisah di dalam Kamus

Oleh: Denny JA*(Tak biasa, hari itu Kamus Besar Bahasa Indonesia, bersidang.Anggotanya, lebih dari 67 ribu kata, hadir menunjukkan solidaritas,rasa...

pada 20 Oktober 2017, 09:15

Puisi Sastra

Dua Temanku Setelah Pilkada Jakarta

Oleh: Denny JA*Kampungku terbelah,Juga batinku,ujar temanku di beranda.Kami berdua saja,mengenang pilkada Jakarta.Kesedihan bergelantung di plafon.Kecewa membayang bayang dinding ruangan.Dikisahkannya...

pada 15 Oktober 2017, 11:43

Puisi Sastra

Duka Sedalam Cinta: Ketika Orang Tercinta Mendadak Berubah

“Aku ingin berubah  selagi ada masa tersisa  selagi ada kesempatan  Takwa tanpa menunggu tua.” Apakah Anda ingin melihat film drama remaja dan...

pada 27 September 2017, 20:49

Puisi Sastra

ELEGI III: 
Antara Chittagong dan Hanoi

Oleh: Abdul Hadi WM "Aku harap kau mau meraba bulu kudukku yang gemetaran di tangan. Dan mencium keningku yang...

pada 20 September 2017, 09:39

Puisi Sastra

Laki-Laki Subuh Mengukir Sejarah

Embun pagi tanda langit cerah. Pemburu ridha Allah tak pernah kalah. Karena kalah milik Mereka yang takut dan...

pada 06 September 2017, 13:17

Puisi Sastra

Air Mata Untuk Rohingya

Oleh: Denny JAKetika kesembelih kambing dan sapiuntuk kurban suciku di Idul Adha,Ya Allah...Mereka sembelih pula puluhan manusia, di Rohingya,Termasuk...

pada 02 September 2017, 09:32

Puisi Sastra

Kuda Troya KPK, dan Perlawanan Musa Terhadap Firaun

Oleh: Anin Yang terhormat, anak negeri. Perkenan ini sebagai pesan dan harapan, aku yang gelisah, atau sebutlah, dumelan jelang tidur,...

pada 30 Agustus 2017, 09:07

Puisi Sastra

Tiga Bapak Bangsa: Antara Krawang-Bekasi Chairil Anwar

KARAWANG BEKASI Kami yang kini terbaring antara Karawang-Bekasi Tidak bisa teriak "Merdeka" dan angkat senjata lagi Tapi siapakah yang tidak lagi...

pada 16 Agustus 2017, 09:35

Puisi Sastra

Buku Latihan Tidur Karya Jokpin, Lahir karena tak Bisa Tidur

"Malam-malam ia suka bermain kata bersama buku latihan tidur. Buku latihan tidur memintanya terpejam dan tersenyum sambil membayangkan...

pada 05 Agustus 2017, 23:15

Puisi Sastra

Humor Sufi: Berakal atau Gila

Alkisah, Kalifah Harun Arrasyid mengutus menteri yang bernama Tsumamah agar meninjau rumah sakit jiwa yang ada di Baghdad. Tujuannya...

pada 06 Juli 2017, 10:56

VIDEO

Belum di Sidang, Berkas Pentolan Saracen Masih Diperiksa Kejaksaan

02:10

  • 10.30 Ini Pesan Umat Islam untuk Anies-Sandi
  • 06.70 Ciri Hamba yang Diberi Keberkahan