Friday, 21 Sya'ban 1440 / 26 April 2019

Friday, 21 Sya'ban 1440 / 26 April 2019

Google Maps Kena Protes Selalu Tampilkan Citra Bersalju

Senin 18 Mar 2019 11:48 WIB

Rep: Farah Noersativa/ Red: Indira Rezkisari

Google Maps.

Google Maps.

Foto: Pexels
Wali Kota menilai citra Google bisa merusak potensi pariwisata Islandia.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Islandia ternyata tak selalu memiliki permukaan berupa tanah es dan salju. Dikutip dari Travel and Leisure, pada Senin (18/3), wali kota dari dua kota Islandia merasa cukup lelah menghadapi orang-orang yang menyangka Islandia selalu tertutup salju, seperti apa yang ditemukan pada Google Maps.

Baca Juga

Jon Pall Hreinsson yang merupakan Wali Kota Bolungarvik, dan Guðmundur Gunnarsson yang merupakan Wali Kota Ísafjörður mengirim keluhan kepada Google. Keduanya merasa dirugikan karena gambar satelit aplikasi Google secara konsisten menunjukkan kota-kota mereka tertutup salju.

Islandia telah menjadi tujuan utama bagi pelancong dunia selama beberapa tahun terakhir, bahkan dengan cuaca sedingin es. Salah satu atraksi paling populer di negara ini adalah spa panas bumi yang menyenangkan untuk dikunjungi sepanjang tahun.

Seperti bertentangan dengan kepercayaan yang begitu populer mengenai hawa dingin Islandia, tak selamanya Islandia seperti itu. Cuaca di Islandia sebenarnya bisa sangat menyenangkan pada saat musim panas. Bahkan jika mengunjungi negara kepulauan itu pada waktu yang tepat, maka pemandangan hijau pun bisa terlihat.

Hreinsson menulis di sebuah unggahan Facebook, dia menyatakan, meskipun salju sering ada di Bolungarvik, sebuah desa nelayan di Islandia barat laut, namun itu tidak selalu terjadi. Dia menambahkan, Google Maps yang kerap menunjukkan salju di daerah tersebut sepanjang waktu, dapat mempengaruhi, bahkan merusak pariwisata ke Islandia.

"Saya memikirkan jutaan orang yang mungkin mempertimbangkan untuk mengunjungi Western Fjords dan kemudian melihat peta dan melihat, yah, tidak ada apa-apa selain salju," tulis Hreinsson di Facebook.

Demikian pula, Gunnarsson yang merasa sama-sama kesal karena kotanya yang juga di wilayah Westfjords dilemparkan secara tidak adil sebagai memiliki musim dingin yang tak ada habisnya. Dia mengatakan kepada surat kabar Islandia, Visir, yang diterjemahkan oleh The Telegraph.

"Bayangkan seseorang bertanya-tanya apakah akan menuju barat atau utara dan ini yang mereka lihat, sementara semuanya hijau dan indah di arah lain. Saya pikir mereka akan mempertimbangkan hal itu ketika memutuskan jalan mana yang harus ditempuh,” kata Gunnarson.

Menurut tautan Iceland Review,  Hreinsson juga menyebut  negara-negara Nordik lainnya telah memiliki pemandangan yang berbeda pada Google yang memamerkan musim lainnya selain musim dingin. “Jika mungkin untuk menunjukkan Hammerfest di Norwegia, dengan pemandangan hijau terbaiknya, maka pemandangan itu juga mungkin di sini!" Kata Hreinsson di Facebook

Tampaknya, ada perbedaan besar antara citra satelit dan tampilan jalan untuk kota-kota ini, tergantung pada waktu tahun. Jika ada orang yang melihat kota-kota ini di Google Street View, mereka mungkin akan terkejut melihat pemandangan hijau cerah, yang bertentangan dengan gambar dingin dan bersalju pada tampilan satelit.

Kedua wali kota tidak mengharapkan pemandangan musim dingin untuk hilang sama sekali pada Google. Namun mereka hanya ingin Google menunjukkan kota mereka dengan cara yang lebih realistis.

Wali Kota Hreinsson bermaksud untuk terus menghubungi Google sampai ada perubahan. Dia juga akan mendorong warga untuk melakukan hal yang sama.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA