Senin, 24 Muharram 1441 / 23 September 2019

Senin, 24 Muharram 1441 / 23 September 2019

Demokrat:SRI bukan Kompetitor

Kamis 04 Agu 2011 19:42 WIB

Red: taufik rachman

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA--Ketua Umum DPP Partai Demokrat Anas Urbaningrum menganggap Serikat Rakyat Independen (SRI) sebagai mitra politik baru.

"Partai itu bukan kompertitor kami. Justru kami melihatnya sebagai tambahan mitra parpol kami," katanya seusai melantik jajaran kepengurusan DPD Partai Demokrat Jatim, di Surabaya, Kamis.

Menurut dia, hadirnya partai politik baru di bawah pimpinan D Taufan itu menunjukkan sistem politik di Indonesia memberikan kebebasan berserikat.

Namun saat ditanya mengenai ambisi SRI untuk mengusung mantan Menteri Keuangan Sri Mulyani sebagai calon presiden pada 2014, Anas tidak menanggapinya secara berlebihan.

"Selama 2010-2013 kami konsentrasi kerja. Kalau soal capres, terlalu jauh," kata mantan Ketua Umum Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) itu.

Oleh sebab itu, dia meminta seluruh pengurus Partai Demokrat di mana pun berada untuk konsentrasi bekerja demi kepentingan rakyat.

"Jangan memikirkan pemilu legislatif, apalagi pilpres, terlalu dini. Pada waktunya akan tiba dan rakyat punya kalkulator politik yang jernih," kata Anas yang sempat disebut-sebut menikmati hasil korupsi pembangunan Wisma Atlet di Palembang, Sumsel, dan proyek pusat olahraga di Hambalang, Bogor, Jabar, itu.

Kepada kadernya yang duduk di kursi legislatif, dia meminta untuk berkonsentrasi penuh mengurus konstituennya di daerah.

"Kalau konstituennya diurus secara sungguh-sungguh, maka kita sudah menjalankan kampanye substantif selama lima tahun. Kalau itu dilakukan, maka kita tidak akan `kedladapan` (kebingungan) saat menghadapi pemilu mendatang," kata politikus asal Blitar itu.

Menurut dia, semua parpol, baik lama, baru, maupun yang masih dalam taraf pendafataran, mempunyai peluang yang sama untuk menang dalam pemilu.

Oleh sebab itu, dia meminta kadernya untuk mengantisipasinya dengan bekerja lebih baik demi kesejahteraan rakyat. "Kompetisi politik tidak lagi berwarna ideologi dan wacana-wacana besar, tetapi lebih dari itu yang terpenting adalah memberikan kemaslahatan dan manfaat kepada rakyat," katanya.

Ia juga meminta para kadernya tetap solid dan menjaga kekompakan. "Tidak ada parpol yang kuat, kalau tidak menjaga soliditas. Parpol yang tidak kompak, pasti akan kehabisan energi untuk mengurus internal parpol," katanya.

Masalah kekompakan itu, lanjut Anas, merupakan komitmen yang telah disepakati dalam Rakornas DPP Partai Demokrat di Sentul, Bogor, pada 24 Juli lalu.

sumber : antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA