Thursday, 20 Muharram 1441 / 19 September 2019

Thursday, 20 Muharram 1441 / 19 September 2019

Bupati Bangli Terkesan Reaktor Biogas Warga

Rabu 29 Feb 2012 02:36 WIB

Red: Hazliansyah

REPUBLIKA.CO.ID, -- Bupati Bangli I Made Gianyar terkesan atas reaktor biogas yang ada di rumah I Ketut Kapul di Desa Tiga, Kecamatan Susut. "Kalau saja di setiap desa ada satu unit reaktor biogas, maka kami bisa mendanainya dari APBD," kata Bupati di sela-sela kunjungannya ke rumah Kapul, Selasa.

Bupati mendatangi rumah Kapul setelah mendapat informasi dari tim pengembangan program Biogas Rumah (Biru) Provinsi Bali dan Yayasan Idep, lembaga non-pemerintah di Kabupaten Bangli. Selain memanfaatkan gasnya untuk keperluan dapur, Kapul juga memanfaatkan ampas dari biogas atau "bioslurry" sebagai pupuk organik untuk kebun jeruk dan cabainya seluas 40 meter persegi.

"Bioslurry" itu juga untuk pakan 300 ekor lele yang berada di kolam seluas 4,5 x 3 meter.

"Dengan memakai biogas rumah dari program Biru saya tidak perlu membeli gas lagi.

“Saya juga dapat pupuk organik gratis. Lele saya juga lebih cepat tumbuh dan kebun saya sekarang bebas lalat, tidak seperti dulu waktu menggunakan pupuk dari kotoran ayam," katanya kepada Bupati.

Dalam mengembangkan Biru, Kapul mendapat bimbingan dari Yayasan Idep Selaras Alam, Biru Bali, Yayasan Bali Organik Association (BOA), Yayasan Manikaya Kauci, Yayasan Sunari, dan CV Mitra Usaha Mandiri.

Program Biru merupakan program kemandirian energi di Bali yang dilaksanakan oleh Lembaga Hivos bersama-sama dengan beberapa lembaga lokal.

Program tersebut terealisasi atas hasil kerja sama antara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dan Kedutaan Besar Belanda di Indonesia. Melalui program Biru, Hivos memberikan subsidi senilai Rp2 juta dalam bentuk peralatan reaktor dan pendampingan serta pelatihan.

Hingga akhir Januari 2012, Biru telah membangun 4.650 unit reaktor biogas rumah yang tersebar di tujuh provinsi di Indonesia, yakni Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, Nusa Tenggara Barat, Bali, dan Sulawesi Selatan.

Di Bali sampai saat ini terdapat 201 unit reaktor biogas yang tersebar di satu kota dan tujuh kabupaten.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA