Friday, 25 Rabiul Awwal 1441 / 22 November 2019

Friday, 25 Rabiul Awwal 1441 / 22 November 2019

Inggit Ganarsih Kembali Diusulkan jadi Pahlawan

Ahad 29 Apr 2012 10:04 WIB

Rep: palupi annisa auliani / Red: M Irwan Ariefyanto

IInggit dan Soekarno

IInggit dan Soekarno

Foto: lakilaki.or.id

REPUBLIKA.CO.ID,BANDUNG — inggit ganarsih kembali diusulkan menjadi pahlawan nasional. Ini usulan ketiga setelah dua usulan sebelumnya tidak dapat diproses dengan dalih integritas moral. Pengusulan sebelumnya dilakukan pada 2007 dan 2009. “Resminya di-pending karena dinilai kurang persyaratan,” kata Ketua Yayasan Masyarakat Sejarawan Indonesia Cabang Jawa Barat, nina h lubis .

Nina menyatakan informasi yang dia dapat menyebutkan isu perselingkuhan Inggit dengan soekarno adalah dasar penangguhan pemrosesan usulan itu.
Dia mengatakan semua syarat sudah terpenuhi, tinggal klarifikasi isu moral ini. Inggit sudah menjadi nama jalan, sudah banyak seminar tentangnya. Inggit pun menerima penghargaan dari dua rezim pemerintahan yang berbeda. Bila merujuk buku biografi Inggit yang ditulis Ramadhan KH, berjudul Kuantar Kau ke Gerbang, kesan perselingkuhan memang muncul. Namun, kata Nina, penelitiannya tiga tahun ini dapat mengklarifikasi hal tersebut.

Apalagi keluarga Sanusi— suami Inggit sebelum Soekarno— isu perselingkuhan juga tidak mendapat tempat. Dokumen yang ada menyatakan, yang mencerai kan Inggit dari Sanusi adalah ayah Sanusi.
Saat Soekarno akan kos ke rumah Sanusi, ujar Nina, Inggit sudah menyatakan sangat keberatan. Soekarno tetap ke sana semata karena permintaan HOS Tjokroaminoto yang menyatakan Soekarno harapan bangsa. “Tidak ada alasan mempersoalkan integritas dan moral Inggit,” kata Nina.

Buku Ramadhan KH juga mengutip pernyataan Soekarno bahwa perkawinannya dengan Oetari lebih seperti perkawinan politik. Di situ dikutip pernyataan Soekarno bahwa Oetari dikembalikan ke keluarganya di Surabaya dalam keadaan suci.

Dosen Sejarah Universitas Padjadjaran, Mumuh Muhsin Z, mengatakan tanpa Inggit, bisa jadi Indonesia tidak akan seperti hari ini. Seluruh biaya politik Soekarno saat di Bandung dibiayai Inggit. Bahkan, setelah Soekarno lulus kuliah, dia tetap tak bekerja dan seluruh kegiatan politiknya disokong Inggit.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA