Wednesday, 16 Rabiul Awwal 1441 / 13 November 2019

Wednesday, 16 Rabiul Awwal 1441 / 13 November 2019

Tim Arkelogi Temukan Gerabah dan Tembikar Prasejarah di Gunung Padang

Jumat 18 May 2012 17:39 WIB

Red: Heri Ruslan

Sirus megalitikum di Gunung Padang, Cianjur

Sirus megalitikum di Gunung Padang, Cianjur

REPUBLIKA.CO.ID, CIANJUR -- Penelitian situs megalit gunung Padang Cianjur kali ini bukan saja melibatkan para ahli geologi, namun juga tim arkeolog, sejarawan, dan beberapa ahli lainnya. Tim menyelidiki piramida yang kemungkinan terkubur di kawasan seluas 3 hektare ini.

"Penggalian dilakukan sejak 15 Mei dan rencananya sampai 30 Juni 2012," kata Ali Akbar, yang tengah berada di Gunung Padang, melalui sambungan telepon , Jumat (18/5).

Penggalian awal telah dimulai. Tim arkeolog sudah menemukan jejak-jejak peninggalan di lokasi itu. Tim menemukan tembikar dan gerabah dari masa prasejarah.

"Sudah mulai ada tembikar dan gerabah. Kalau bentuknya prasejarah. Barang ini sudah disimpan," terang Ketua Tim Arkeolog, Ali Akbar saat berbincang, Jumat (18/5).

Punden berundak gunung Padang Cianjur, oleh tim arkeolog disebut juga piramid punden berundak. Jadi, piramida ini berbeda dengan piramida seperti di Mesir. Di situs megalit ini, piramida dimaksud yakni dibentuk oleh tumpukan balok-balok batu.

"Disebutnya punden berundak," jelasnya.

Sebagaimana dikenal selama ini, situs Gunung Padang, merupakan tumpukan batu-batu persegi besar dengan berbagai ukuran. Batu-batu ini pun bisa menghasilkan nada-nada.

"Nanti ada eskavasi, akan dibuka lapisan-lapisan. Mudah-mudahan nanti ada temuan yang lebih menarik," tuturnya.

Selanjutnya Ali menjelaskan, sebenarnya penggalian ini sudah direncanakan lama. Sebelumnya sudah dibuat pemindaian kawasan itu dengan geo radar dan geo listrik dan ditemukan indikasi.

"Tim terbagi dua, ada tim geologi yang dipimpin Pak Dani Hilman, dan juga tim arkeolog. Penggalian ini melibatkan beragam instansi dan juga ahli," terangnya.

Penggalian dilakukan secara bertahap dengan membuka lapisan perlapisan. Baik secara vertikal maupun horisontal dengan kedalaman 20-30 cm.

"Nah, selama ini penelitian dilakukan terpisah-terpisah. Kalau kalangan arkeolog menyebutkan kawasan ini punden berundak, itu piramid juga. Sekarang ita buktikan di lapangan," tuturnya.

Penggalian ini dilakukan  atas izin resmi yg sudah dikeluarkan oleh pihak berwenang, baik pemerintah setempat, maupun dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, yang akan berlangsung hingga 30 Juni yang akan datang. Diharapkan fakta soal piramid di Situs Gunung Padang bisa terjawab.

sumber : siaran pers
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA