Thursday, 24 Rabiul Awwal 1441 / 21 November 2019

Thursday, 24 Rabiul Awwal 1441 / 21 November 2019

Pemerintah akan Bangun 250 Rumah Warga Miskin

Ahad 20 May 2012 15:59 WIB

Rep: Eko Widiyatno/ Red: Dewi Mardiani

Proyek rumah susun sederhana sewa/rusunawa (ilustrasi)

Proyek rumah susun sederhana sewa/rusunawa (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, CILACAP -- Staf Ahli Menteri Perumahan Rakyat, Imam Achit, menyatakan pada tahun 2012 ini, pemerintah akan membangun sejumlah 250 ribu rumah untuk rakyat miskin. ''Program perumahan swadaya ini dikonsentrasikan untuk daerah-daerah yang tertinggal,'' kata Imam saat melakukan peletakan batu pertama pengembangan Institut Agama Islam Imam Ghozali/IAIIG Kesugihan, Kabupaten Cilacap, Sabtu (19/05)

Sebelumnya, Imam diterima Bupati Cilacap Tatto Suwarto Pamuji di pendopo kabupaten setempat. Dalam kunjungan tersebut, staf khusus Kemenpera Amir Mahmudin dan Deputi Pembiayaan Menpera, Rahmat. Imam menambahkan, selain membangun 250 ribu rumah bagi rakyat miskin, kementeriannya juga akan memberikan dana stimulan kepada warga masyarakat untuk peningkatan kualitas rumah sederhana.

Besaran dana stimulan tersebut bervariasi, yakni sebesar Rp 6 juta untuk renovasi atap, lantai dan dinding (Aladin) dan Rp 11 juta bagi rumah yang mengalami rusak parah. Program lain yang juga dilaksanakan Kemenpera, adalah program rumah susun sewa sederhana/rusunawa untuk anggota TNI/Polri, perguruan tinggi, pondok pesantren dan para pekerja.

''Salah satu Rusunawa untuk pekerja ini, sudah kita bangun di Kota Solo, ketika Jokowi Walikota Solo akan memindahkan para PKL,'' jelasnya. Untuk tahun 2012 ini, Imam menyebutkan, pemerintah berencana akan membangun 172 rusunawa.

Menurutnya, keseluruhan program pembangunan perumahan tersebut, akan terus bertambah dua kali lipat pada tahun-tahun berikutnya. ''Hal ini laksanakan mengingat rumah adalah salah satu kebutuhan rakyat yang sangat vital,'' ujarnya.



BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA