Tuesday, 22 Rabiul Awwal 1441 / 19 November 2019

Tuesday, 22 Rabiul Awwal 1441 / 19 November 2019

Satgas PA Bakal Relokasi Korban Sampang

Senin 27 Aug 2012 16:46 WIB

Rep: Qommaria Rostanti/ Red: Dewi Mardiani

  Personel Brimob mengawal sejumlah perempuan dan anak-anak, ketika berlangsungnya evakuasi dari tempat persembunyian mereka, di Desa Karanggayam dan Desa Bluuran, Sampang, Jatim, Senin (27/8). (Saiful Bahri/Antara)

Personel Brimob mengawal sejumlah perempuan dan anak-anak, ketika berlangsungnya evakuasi dari tempat persembunyian mereka, di Desa Karanggayam dan Desa Bluuran, Sampang, Jatim, Senin (27/8). (Saiful Bahri/Antara)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Satuan Tugas Perlindungan Anak (Satgas PA) berencana merelokasi anak-anak korban tragedi Sampang, Madura, Jawa Timur, ke Pasuruan. Pasalnya anak-anak harus disembuhkan dari trauma psikisnya akibat bentrokan tersebut.

"Semalam kami mengadakan rapat, ada rencana relokasi ke Pasuruan. Namun relokasi ini adalah pilihan terakhir jika kondisi tak juga membaik," ucap Sekretaris Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Muhammad Ikhsan, di kantornya, Menteng, Jakarta, Senin (27/8).

Upaya relokasi bukan tanpa kendala. Perpindahan masyarakat ini haruslah melalui izin pemerintah daerah setempat. Tak hanya itu, perlu pula adanya jaminan, anak-anak tidak mendapat konflik serupa. "Relokasi bisa dilakukan dengan catatan tidak terjadi konflik sama di tempat yang baru," ujarnya.

Seandainya relokasi dilakukan, pihaknya berharap kasus ini tidak seperti konflik Ahmadiyah yang terjadi di Transito, Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB). "Kalau direlokasi tapi tidak ada penyelesaian akan percuma, bisa-bisa pengungsi akan terlantar, seperti konflik di Transito," katanya.

Dikatakannya, butuh jaminan kepastian dari pemerintah bahwa tidak akan ada penyerangan ulang. Ikhsan menyebut bukan negara namanya jika satu komunitas merasa berhak mengusir komunitas lain.

Saat ini, 185 orang masih diungsikan di GOR Wijaya Kusuma, Sampang. Para pengungsi terdiri dari 53 anak-anak (1 - 12 tahun), 29 remaja (15 - 18 tahun), dan 103 lainnya (dewasa dan lanjut usia). Jika sudah ada jaminan keamanan, jumlah inilah yang direlokasi.

Ikhsan mengatakan dari laporan anggota Satgas PA yang sudah berada di Sampang, kondisi anak-anak tersebut masih diselimuti ketakutan. Satgas PA sendiri, akan menerjunkan bantuan guna menyembuhkan trauma psikis anak-anak.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA