Thursday, 20 Muharram 1441 / 19 September 2019

Thursday, 20 Muharram 1441 / 19 September 2019

Pasar Aman Zat Berbahaya Dicanangkan Hari Ini

Jumat 19 Apr 2013 13:05 WIB

Rep: Ratna Ajeng Tejomukti/ Red: Dewi Mardiani

  Petugas memperlihatkan bahan makanan berbahaya berupa boraks dan pewarna tekstil untuk makanan.

Petugas memperlihatkan bahan makanan berbahaya berupa boraks dan pewarna tekstil untuk makanan.

Foto: Antara/Jafkhairi

REPUBLIKA.CO.ID, CIRACAS -- Kepala Badan POM, Menteri Kesehatan (Menkes), dan Menteri Perdagangan (Mendag) mencanangkan Percontohan Pantauan Pasar Aman dari Bahan Berbahaya sebagai pendukung Program Pasar Sehat Kemenkes. Badan POM menilai program ini penting, karena masih banyak oknum melakukan penyalahgunaan bahan berbahaya.

Berdasarkan hasil pengawasan Badan POM, penyalahgunan bahan berbahaya yang masih marak untuk pangan. Bahan berbahaya tersebut diantaranya formalin sebagai pengawet makanan, boraks sebagai pengenyal dan perenyah makanan, serta pewarna nonpangan.

Menurut Ketua Badan POM, Luky S Slamet, mengatakan penyebab masyarakat masih menggunakan bahan berbahaya karena kurangnya pengetahuan komunitas pasar tentang berbahayanya bahan itu. Penyebab lain adanya kemudahan mereka memperoleh bahan berbahaya dengan harga relatif murah.

"Keengganan pelaku usaha pangan untuk memperbaiki cara produksi yang bebas dari bahan berbahaya.," ujarnya di Pasar Cibubur, Jumat (19/4). Program ini menurutnya akan mampu mengendalikan peredaran bahan berbahaya dan pangan menganding bahan berbahaya di pasar.

Dengan program ini, mereka dapat memberdayakan komunitas pasar agar berperan dalam pengawasan mandiri dan berkesinambungan. DKI Jakarta menjadi barometer untuk keberhasilan program ini. Mereka memilih Pasar Cibubur karena dijadikan sebagai pasar percontohan Pasar Sehat Kemenkes. Pasar lain yang dijadikan pasar contoh diantaranya Pasar Johar Baru, Pasar Tebet Barat, Pasar Grogol, dan Pasar Koja Baru.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA