Selasa, 22 Rabiul Awwal 1441 / 19 November 2019

Selasa, 22 Rabiul Awwal 1441 / 19 November 2019

Presiden SBY: Selamat Hari Buruh, Semoga Makin Sejahtera

Rabu 01 Mei 2013 17:12 WIB

Red: Heri Ruslan

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono saat berdialog dengan sejumlah perwakilan organisasi buruh

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono saat berdialog dengan sejumlah perwakilan organisasi buruh

Foto: ANTARA/Andika Wahyu

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA  -- Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengucapkan selamat Hari Buruh kepada para pekerja di seluruh Indonesia dan berharap agar kesejahteraan buruh makin baik.

"Selaku Kepala Negara, saya mengucapkan Selamat Hari Buruh kepada para pekerja Indonesia. Semoga buruh semakin sejahtera," kata Presiden dalam akun jejaring sosial twitternya @SBYudhoyono di Jakarta, Rabu.

Presiden mengatakan telah melakukan pertemuan dengan para pimpinan serikat pekerja untuk berdialog mengenai cara-cara meningkatkan kesejahteraan para buruh.

Ia juga menyebutkan bahwa dalam rangka peringatan Hari Buruh Internasional kali ini melakukan kunjungan ke Surabaya untuk bertemu para buruh dan manajemen di dua perusahaan di Surabaya.

Ini kali kedua dalam satu pekan terakhir, Presiden mengunggah pendapatnya mengenai kesejahteraan buruh di akun jejaring sosialnya.

Pada Senin (29/4), Presiden Yudhoyono menegaskan kemajuan perusahaan harus diiringi dengan peningkatan kesejahteraan buruh, sehingga semua pihak merasakan keuntungan yang sama.

"Dengan semangat hari buruh 2013 saya berharap hubungan antara perusahaan dan pekerja semakin baik," kata Presiden.

Presiden mengatakan upah buruh harusnya terus semakin baik sesuai dengan kemampuan perusahaan. Untuk memenuhi upah buruh yang layak, kata Presiden, selain perusahaan harus berlaku adil di sisi lain pungutan-pungutan yang tidak semestinya dan menyebabkan ekonomi biaya tinggi harus dihilangkan.

"Hentikan segala pungutan yang tidak semestinya, sehingga biaya-biaya tersebut bisa dialihkan untuk meningkatkan upah buruh," tegasnya.

Menurut Presiden, upah yang semakin baik harus diiringi dengan disiplin dan produktivitas agar perusahaan dan buruh sama-sama berkembang. Ia juga berpesan agar "...Jika ada perselisihan antara pihak pengusaha dan buruh selesaikan dengan baik dan tertib. Cegah kekerasan dan perusakan"."

sumber : antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA