Thursday, 25 Safar 1441 / 24 October 2019

Thursday, 25 Safar 1441 / 24 October 2019

Menhub Imbau Perusahaan Penerbangan Utamakan Keselamatan

Rabu 05 Jun 2013 10:52 WIB

Rep: Hannan Putra/ Red: Djibril Muhammad

EE Mangindaan

EE Mangindaan

Foto: Republika/Tahta Aidilla

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Keselamatan Penerbangan adalah suatu keadaan terpenuhinya persyaratan keselamatan dalam pemanfaatan wilayah udara, pesawat udara, bandar udara, angkutan udara, navigasi penerbangan, serta fasilitas penunjang dan fasilitas umum lainnya.

Maraknya kecelakaan di bidang transportasi udara menjadi perhatian penting pemerintah. Sebagai upaya pemerintah untuk meningkatkan keselamatan pelayanan dan meminimalisir kecelakaan transportasi udara, Kementrian Perhubungan menyelenggarakan '2013 Indonesia Airline Safety Conference, Learning from Global Practices Toward Better National Airlines Safety.'

Menteri Perhubungan E.E. Mangindaan mengingatkan kepada perusahaan penerbangan agar selalu mengutamakan keselamatan. "Bicara penerbangan jangan main-main, sepersepuluh detik bisa jadi masalah," katanya menjelaskan.

"Bicara penerbangan yang pertama adalah keselamatan. Kita satu perahu untuk keselamatan penerbangan. Ada pesawat Salah landing saja saya sudah ditelpon wartawan," katanya menambahka.

Disamping itu, Menhub menjelaskan, sistem teknologi penerbangan juga harus terus mengikuti perkembangan zaman. Menurut dia, sudah suatu kemestian bagi seluruh perusahaan penerbangan untuk mengikuti perkembangan teknogi yang terus berkembang.

"Jangan sampai kita 'stuck' di sini saja. Sementara perkembangan sudah jauh ke depan dan kita di sini saja," katanya.

Menhub juga mengapresiasi data yang menunjukkan selama lima tahun terakhir, tingkat keselamatan penerbangan Indonesia meningkat dan tingkat kecelakaan menurun. "Namun kita tentu masih belum puas. Karena ini bukan masalah puas atau tidak puas, tapi pelayanannya yang penting," katanya menjelaskan.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA