Selasa, 22 Rabiul Awwal 1441 / 19 November 2019

Selasa, 22 Rabiul Awwal 1441 / 19 November 2019

BLSM, Warga: Apaan Tuh?

Jumat 21 Jun 2013 16:31 WIB

Rep: Lilis Handayani/ Red: Mansyur Faqih

Program kompensasi kenaikan BBM berupa Bantuan Langsung Tunai (BLT). (ilustrasi)

Program kompensasi kenaikan BBM berupa Bantuan Langsung Tunai (BLT). (ilustrasi)

Foto: Antara

REPUBLIKA.CO.ID, INDRAMAYU -- Pemerintah mengeluarkan program bantuan langsung sementara masyarakat (BLSM) sebagai kompensasi atas kenaikan harga BBM. Namun, sejumlah warga miskin justru belum mengetahui adanya program tersebut.

"Apaan tuh, BLSM? Saya tidak tahu," tutur seorang warga RT 02 RW 05 Kelurahan Margadadi, Kecamatan/Kabupaten Indramayu, Saryem, Jumat (21/6).

Ia juga mengaku tak tahu apakah namanya ikut terdaftar sebagai penerima BLSM atau tidak. Meski pun ia terdaftar sebagai penerima Bantuan Langsung Tunai (BLT).

Saryem berharap, dia juga bisa memperoleh BLSM. Karena setidaknya bisa membantunya meringankan beban ekonomi keluarganya. Apalagi, kenaikan harga BBM menyebabkan harga kebutuhan pokok dan ongkos angkutan juga naik.

"Beban hidup keluarga saya jadi tambah berat," ujar ibu enam anak, yang sehari-hari berjualan gorengan itu.

Ketua RT 02 RW 05 Kelurahan Margadadi, Tasri, menyatakan, hingga kini belum ada sosialisasi mau pun pendataan dari kelurahan. Dia pun mengaku tidak mengetahui berapa jumlah warganya yang kelak akan memperoleh BLSM.

Sebelumnya, sosialisasi dilakukan pemkab dan PT Pos Indonesia Cabang Indramayu di Pendopo Bupati Indramayu, Kamis (20/6). Sosialisasi itu melibatkan seluruh camat yang ada di Kabupaten Indramayu.

"PT Pos Indonesia berkomitmen untuk menyukseskan program tersebut," ujar Kepala Kantor Pos Cabang Indramayu, Norman Fitriadi.

Di Kabupaten Indramayu, lanjutnya, penerima manfaat yang masuk dalam daftar rumah tangga sasaran (RTS) mencapai 174.002. Untuk bisa menerima BLSM, mereka akan menerima kartu perlindungan sosial (KPS).

KPS memuat informasi nama kepala rumah tangga, nama pasangan kepala rumah tangga, nama anggota rumah tangga lain, alamat rumah tangga, nomor kartu keluarga, dan dilengkapi dengan kode batang (barcode) beserta nomor identitas KPS yang unik. Bagian depan bertuliskan Kartu Perlindungan Sosial dengan logo Garuda, dan masa berlaku kartu.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA