Thursday, 17 Rabiul Awwal 1441 / 14 November 2019

Thursday, 17 Rabiul Awwal 1441 / 14 November 2019

Kronologi Lahirnya Bayi Kembar Lima di Harapan Kita

Kamis 22 Aug 2013 14:11 WIB

Rep: Halimatus Sa'diyah / Red: Citra Listya Rini

Bayi/ilustrasi

Bayi/ilustrasi

Foto: hdwpapers.com

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Bayi kembar lima telah lahir di RSAB Harapan Kita pada Selasa (20/8) lalu. Kelima bayi pasangan Bagus (37 tahun) dan Enita (31) itu lahir prematur saat usia kandungan enam bulan. 

Dokter Kandungan RSAB Harapan Kita, Gatot Abdurrazak mengatakan, Enita pertama kali datang menemui dia setelah hamil besar. Sebelumnya, pasangan suami-istri itu telah menjalani program kehamilan melalui proses inseminasi di rumah sakit lain.

"Kebetulan dia dapat rekomendasi dari pasien saya yang pernah melahirkan kembar tiga," kata Gatot dalam konferensi pers di RSAB Harapan Kita, Kamis (22/8). 

Sejak awal, dokter berusaha agar kandungan Enita bisa bertahan hingga usia 36 minggu. Meskipun, dalam sejarah dunia, bayi kembar lima umumnya hanya bertahan dalam rahim selama 32 minggu saja. 

Saat usia kandungan 22 minggu, kata Gatot, Enita datang ke RSAB Harapan Kita karena mengalami kontraksi. Menurut Gatot, kontraksi yang dialami oleh ibu yang hamil bayi kembar adalah sesuatu yang wajar. 

Apalagi, Enita mengandung bayi kembar lima. Namun, karena kontraksi terjadi terus-menerus, akhirnya dokter memberikan obat anti-kontraksi.

Kemudian, saat usia kandungan 23 minggu, istri dari Bagus itu sudah tidak bisa berjalan lagi karena perut yang terlalu besar. "Selama seminggu terakhir dia di tempat tidur terus. Ini perjuangan yang luar biasa dari seorang ibu," ujarnya. 

Gatot menambahkan, Enita kemudian mengalami pendarahan. Tim dokter, masih berusaha mempertahankan bayi dalam kandungan karena tekanan darah dan nadi masih stabil. 

"Lama-lama pendarahan makin banyak dan plasenta lepas di usia kandungan 24 minggu (enam bulan). Ini sudah tidak bisa ditolerir karena bisa membahayakan ibu," kata dia.

Akhirnya, tim dokter yang terdiri dari dokter kandungan, dokter anak, dan dokter anastesi memutuskan untuk melakukan operasi cesar. Lalu, pada Selasa (20/8), lahirlah lima bayi kembar tersebut.

Satu, dari lima bayi kembar itu telah wafat pada hari kedua karena mengalami gagal napas. Sementara, empat bayi lainnya masih dalam kondisi kritis. Karena lahir prematur, ke lima bayi itu belum memiliki organ tubuh yang matang. Saat ini, kelimanya tengah dirawat di ruang Neonatal Intensive Care Unit (NICU) RSAB Harapan Kita. 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA