Sunday, 21 Safar 1441 / 20 October 2019

Sunday, 21 Safar 1441 / 20 October 2019

Integritas Tinggi, Penilaian Utama Seleksi Dirjen PAS

Kamis 26 Sep 2013 21:57 WIB

Red: Ajeng Ritzki Pitakasari

Apel pagi di Kompleks Direktorat Jendral PAS

Apel pagi di Kompleks Direktorat Jendral PAS

Foto: DITJENPAS.GO.ID

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--Saat ini sedang digelar lelang jabatan untuk menyeleksi Dirjen Pemasyarakatan. Ketua Panitia Seleksi Direktur Jenderal Pemasyarakatan, Denny Indrayana, mengatakan kandidat yang terpilih harus memiliki integritas tinggi karena itulah penilaian yang paling mendasar.

Kandidat terdiri dari 10 peserta yang harus melewati tes wawancara terbuka untuk dicecar pertanyaan seputar rekam jejak, terobosan program, dan hal-hal lain terkait persoalan di Pemasyarakatan.

"Integritas sangat mendasar untuk penilaian. Makanya kami melakukan proses pemilihan dengan wawancara terbuka seperti ini dengan panitia seleksi dari orang-orang kredibel. Harapannya Dirjen Pas yang terpilih memiliki integritas tidak terbeli, kepemimpinan yang kokoh dan kompetensi tinggi," kata Denny, usai tes wawancara terbuka calon Dirjen Pas hari pertama, di Gedung Kementerian Hukum dan HAM, di Jakarta, Kamis (26/9).

Wamenkum HAM itu memimpin wawancara yang dimulai pukul 09.00 hingga 18.00 bersama anggota Pansel antara lain Rektor UIN Komaruddin Hidayat, Sosiolog Imam Prasodjo, ahli hukum tata negara Saldi Isra, dan mantan penasihat KPK Abdullah Hehamahua. Pihak internal selain Denny yakni Sekjen Bambang Rantam, Irjen Agus Sukiswo, Dirjen HAM Harkristuti Harkrisnowo.

Lelang jabatan ini dilakukan untuk pertama kalinya. Saat ini Dirjen Pas dijabat oleh pelaksana harian (Plh) Bambang Krisbanu. Sementara Dirjan Pas M. Sueb sedang mengambil cuti karena sakit.

"Poin paling utama penilaian yaitu integritas. Kompetensi, kepimpinan, itu juga menjadi kesatuan. Bisa bayangkan nggak, ada orang pintar tetapi tidak jujur atau jujur namun bodoh. Jadi kita memilih, orang jujur, pintar, punya kepemimpinan," ujar salah satu Panitia Seleksi, Imam Prasodjo.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA