Kamis, 17 Rabiul Awwal 1441 / 14 November 2019

Kamis, 17 Rabiul Awwal 1441 / 14 November 2019

'Kewenangan MK Tangani Sengketa Pilkada Perlu Dievaluasi'

Jumat 04 Okt 2013 20:42 WIB

Red: Ajeng Ritzki Pitakasari

Gedung Mahkamah Konstitusi

Gedung Mahkamah Konstitusi

Foto: Republika/Yasin Habibi

REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG-- Kewenangan Mahkamah Konstitusi menyelesaikan sengketa pilkada dinilai perlu dikaji kembali.

"Semua sengketa pemilihan kepala daerah (pilkada) sekarang ini kan di sana (ditangani MK, red.). Tidak bisa dibayangkan dalam satu tahun saja ada berapa kali pilkada," kata pakar hukum pidana Universitas Diponegoro Semarang, Nyoman Sarikat Putrajaya, di Semarang, Jumat (4/10).

Ia menanggapi tertangkap tangan dan penetapan Ketua MK Akil Mochtar sebagai tersangka atas dugaan suap terkait sengketa dua pilkada, yakni Kabupaten Gunung Mas dan Lebak.

Sengketa pilkada dulu pernah ditangani Mahkamah Agung, tetapi kemudian dialihkan ke MK melalui Undang-Undang Nomor 12/2008 tentang Perubahan Kedua Atas UU Nomor 32/2004 tentang Pemerintahan Daerah.

Menurut Guru Besar Fakultas Hukum Undip itu, tugas MK tak hanya besar tetapi juga banyak mengingat MK juga menguji produk perundang-undangan sehingga beban tugas lembaga tersebut memang sangat banyak.

"Bahkan, ada UU yang begitu keluar, belum sampai dilaksanakan, sudah diajukan 'judicial review'. Karena itu, kewenangan MK untuk menangani sengketa pilkada baiknya perlu dipertimbangkan lagi, dikaji ulah," katanya.


"Saya tidak apriori dengan penanganan pilkada yang ditangani MK sepanjang hakim-hakim konstitusi menjalankan tugasnya dengan integritas, kejujuran, dan profesional. Ini kan soal beban tugas MK," katanya.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA