Tuesday, 22 Rabiul Awwal 1441 / 19 November 2019

Tuesday, 22 Rabiul Awwal 1441 / 19 November 2019

Akil Tampar Wartawan, Pengamat: Memalukan dan Rusak Citra MK

Senin 07 Oct 2013 14:00 WIB

Red: Karta Raharja Ucu

Aksi Akil Mochtar menampar wartawan salah satu media cetak nasional usai diwawancara di depan kantor KPK, Jakarta, Kamis (3/10) malam

Aksi Akil Mochtar menampar wartawan salah satu media cetak nasional usai diwawancara di depan kantor KPK, Jakarta, Kamis (3/10) malam

Foto: Media Indonesia/Metrotvnews.com

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pengamat komunikasi Universitas Sumatra Utara, Prof Suwardi Lubis meminta organisasi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat maupun Aliansi Jurnalis Independen (AJI) melayangkan protes keras dan tuntutan hukum pada mantan ketua MK, Akil Mochtar yang sudah menampar seorang jurnalis.

Bahkan, jelasnya, perlakuan kasar Akil sangat keterlaluan dan dianggap di luar batas kewajaran. Para wartawan harus kompak dan solid menghadapi aksi kekerasan tersebut.

"Sebagai Ketua MK, tidak perlu mempertontonkan arogansi di depan publik. Ini sangat memalukan dan merusak citra MK," ucapnya di Medan, Ahad (6/10).

Selain itu, jelasnya, tindakan yang dilakukan Ketua MK, tidak terpuji dan dengan sengaja mengasari wartawan yang sedang melaksanakan tugas jurnalistik. "Jadi, dalam ketentuan UU Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers, dan wartawan tersebut tidak boleh dilecehkan maupun dianggap sepele," kata Suwardi.

Para wartawan yang ada di tanah air ini diharapkan tetap kompak dan bersatu dalam menghadapi insiden yang dialami salah seorang rekan pers. Apalagi, jelas Suwardi, perbuatan yang memalukan itu dilakukan seorang pejabat tinggi di lingkungan MK.

"Semestinya Ketua MK, tidak bersikap seperti itu kepada wartawan yang selama ini dianggap sebagai mitra kerja," katanya.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA