Wednesday, 23 Rabiul Awwal 1441 / 20 November 2019

Wednesday, 23 Rabiul Awwal 1441 / 20 November 2019

Ali Masykur Musa: Indonesia Butuh Pemimpin Muda Visioner

Senin 28 Oct 2013 20:21 WIB

Red: M Irwan Ariefyanto

Ali Masykur Musa

Ali Masykur Musa

Foto: Republika/Adhi Wicaksono

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Sumpah Pemuda adalah momentum membangkitkan rasa kebangsaan yang mulai luntur. Bukan justru larut pada budaya asing yang berjejal masuk dan mengancam disintegrasi bangsa. "Sumpah Pemuda adalah semangat untuk memupuk dan mempererat kembali nilai-nilai kebangsaan kita," ujar Ketua Umum ISNU Ali Masykur Musa, saat memberikan orasi di hadapan Badan Eksekutif Mahasiswa Perguruan Tinggi Agama Islam (BEM PTAI) Se-Indonesia di Gedung Pegadaian Kramat Raya, Jakarta Pusat, Senin (28/10).

Cak Ali, panggilan akrab Ali Masykur, menjelaskan, semangat 28 Oktober juga sebuah ikhtiar besar dari anak bangsa untuk mempersatukan segala bentuk perbedaan. Menerima perbedaan adalah dasar untuk kemajuan bangsa. "Indonesia adalah bangsa yang menghargai dan menghormati perbedaan sebagai sebuah rahmat untuk hidup bersama. Perbedaan bukanlah sebab bagi pemuda Indonesia untuk bersikap kasar dan kekerasan,'' ungkapnya.

Menurut Cak Ali dalam menjalani masa transisi kedepan, Indonesia membutuhkan seorang pemimpin yang mampu menggerakan kaum muda agar bersatu padu. "Pemimpin Indonesia kedepan membutuhkan pemuda yang visioner. Pemimpin yang bisa menjadi motivator bangsa seperti Soekarno dan Hatta," ujar salah satu Anggota Badan Pemeriksa Keuangan ini.
 
Selain pemimpin visoner dan bisa menjadi motivator, menurut Cak Ali, yang juga Calon Presiden Partai Demokrat, pemimpin Indonesia seharusnya adalah sosok yang telah ditempa  berbagai perjuangan. "Tidak ada pemimpin besar yang hidup hanya duduk dibalik meja tanpa berbuat apapun. Seorang pemimpin harus mempunyai tanggung jawab, bergerak untuk kepentingan orang banyak,'' tegasnya.

 

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA