Senin, 15 Safar 1441 / 14 Oktober 2019

Senin, 15 Safar 1441 / 14 Oktober 2019

Langkah Gegabah Menaikkan Elpiji 12 Kg

Ahad 05 Jan 2014 12:45 WIB

Red: Joko Sadewo

Dradjad Wibowo

Dradjad Wibowo

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Langkah menaikkan harga elpiji 12 kg dinilai sebagai keputusan yang gegabah.  Pertamina bukanlah korporasi swasta tetapi milik negara, sehingga harusnya mereka berhati-hati dalam mengambil keputusan soal yang menyangkut hajat hidup orang banyak.

"RUPS (persen Rapat Umum Pemegang Saham adalah ) Pertamina yang menaikkan elpiji adalah langkah gegabah," kata Dradjad kepada Republika, Ahad (5/1).

Diakuinya, elpiji yang dinaikkan adalah tabung 12 kg yang tidak bersubsidi. Namun masyarakat tetap berkait dengan tabung gas 12 kg tersebut. Sebab ketika harganya dinaikkan maka otomatis warung-warung yang menggunakannya akan menaikkan harga makanannya.

Belum lagi kemungkinan akan ramai-ramainya kelas menengah dan warung-warung beralih ke tabung 3 kg. Sehingga dipastikan elpiji 3 kg akan hilang dari pasaran atau langka di pasaran. "Jadi ini sudah menyangkut hajat hidup orang banyak. Harusnya lebih berhati-hati menaikkannya,'' ungkap ekonom yang juga mantan angggota DPR tersebut.



BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA